KESEHATAN Mengenal Henti Jantung Mendadak Seperti yang Dialami Aktris dan Politisi Marissa Haque 03 Oct 2024 13:08
Henti jantung mendadak adalah kondisi di mana jantung seseorang berhenti berdetak dan tidak bekerja secara tiba-tiba.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Aktris yang juga politisi Marissa Haque meninggal dunia pada Rabu (2/10/2024) dini hari tanpa menunjukkan gejala sekit sebelumnya.
Soraya Haque mengungkapkan kondisi terakhir sang kakak di kamarnya tanpa menunjukkan tanda-tanda apa pun. Saat ditemukan, Marissa sudah dalam kondisi tidak bergerak.
"Enggak ada apa-apa. Enggak ada jatuh atau apa pun. Menurut suaminya, ya, sudah tidak dalam keadaan tidak bergerak. Kemudian ke rumah sakit mau memastikan untuk kondisi terakhirnya, ya, dan akhirnya mendapatkan surat kematian pada pukul 00.43 WIB," ujar Soraya.
Kematian Marissa menjisakan pertanyaan soal dugaan penyebabnya.
Dokter spesialis jantung Vito A Damay menyoroti kasus meninggal mendadak saat tidur yang umumnya berkaitan dengan masalah jantung. Kondisi ini kerap disebut sebagai sudden cardiac death (SCD) atau kematian jantung mendadak.
Dilansir Siloam Hospitals (29/8/2024), henti jantung mendadak adalah kondisi di mana jantung seseorang berhenti berdetak dan tidak bekerja secara tiba-tiba.
SCD sering kali merupakan komplikasi dari penyakit jantung lain, seperti penyakit aritmia. Bahkan, kondisi ini juga dapat mengakibatkan kerusakan otak permanen dan kematian.
Karena itu, SCD adalah masalah yang cukup serius dan perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin.
Anda dapat mengenal apa itu SCD selengkapnya pada ulasan berikut ini.
Apa itu Sudden Cardiac Arrest (Henti Jantung Mendadak)?
SCD adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak serta tak berfungsi secara mendadak yang dapat mengakibatkan penderitanya hilang kesadaran.
Lantaran, henti jantung mendadak ini membuat organ vital tersebut tidak dapat memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh.
SCD adalah masalah kesehatan yang sering disamakan dengan serangan jantung.
Padahal, SCD dan serangan jantung merupakan dua hal yang berbeda.
SCD adalah kondisi saat jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba yang disebabkan oleh adanya gangguan listrik pada organ vital tersebut.
Maka dari itu, darah yang dibutuhkan oleh banyak organ tubuh jadi tidak terdistribusikan dengan baik. Hal ini cukup fatal dan dapat mengakibatkan seseorang berhenti bernapas.
Sedangkan serangan jantung adalah masalah kesehatan di mana jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.
Serangan jantung biasanya diakibatkan oleh adanya penyumbatan pada pembuluh darah jantung (arteri koroner).
Walaupun berbeda, serangan jantung dan SCD adalah masalah serius yang sama-sama harus ditangani secara tepat.
Penyebab Sudden Cardiac Arrest
Penyebab SCD adalah adanya gangguan pada sistem kelistrikan jantung.
Ketika ventrikel atau bilik jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh tidak terkendali getarannya, ritme jantung jadi berubah drastis dan berdetak secara tidak wajar.
Ritme jantung yang tidak wajar tersebut dapat memicu terjadinya sudden cardiac attack.
Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya SCD, yaitu:
Memiliki riwayat masalah jantung, seperti penyakit kardiomiopati, jantung koroner, dan lain sebagainya.
Gaya hidup tidak sehat, seperti memiliki kebiasaan merokok, kurang bergerak, mengonsumsi makanan tidak sehat, dan lain sebagainya.
Kadar kalium dan magnesium dalam darah yang tidak seimbang.
Gejala Sudden Cardiac Arrest
Umumnya, gejala SCD adalah pasien mengalami hilang kesadaran atau pingsan secara mendadak.
Di samping itu, ada gejala lain yang dapat mengawali terjadinya SCD, di antaranya:
Terasa nyeri di bagian dada
Sesak napas
Lemas dan pusing
Jantung berdebar secara tidak normal
Penanganan Sudden Cardiac Arrest
Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menangani pasien SCD. Berikut di antaranya:
1. Pertolongan Pertama
Karena terjadi secara mendadak, SCD adalah kondisi yang perlu mendapatkan pertolongan pertama terlebih dahulu.
Pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk menangani pasien SCD adalah CPR atau RJP (resusitasi jantung paru).
Tujuan dilakukannya CPR adalah untuk mengembalikan aliran darah serta kemampuan pasien dalam bernapas.
Apabila dilakukan di rumah sakit atau ambulans yang memiliki peralatan memadai, pertolongan pertama untuk pasien henti jantung mendadak akan disertai dengan bantuan alat kejut listrik.
2. Perawatan dan Pengobatan
Kemudian, setelah jantung kembali berdetak, pasien akan ditindaklanjuti dengan perawatan serta serangkaian pengobatan tertentu.
Sebelum itu, dokter perlu memastikan penyebab SCD yang terjadi pada pasien tersebut.
Setelah memastikan penyebabnya, dokter baru akan menentukan langkah pengobatan yang sesuai.
Beberapa pengobatan yang biasa dilakukan oleh dokter untuk menangani pasien SCD adalah sebagai berikut:
Pemberian obat-obatan, seperti obat antiaritmia, dan lain sebagainya.
Ablasi jantung, dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah. Pengobatan ini dilakukan untuk memperbaiki irama jantung yang tidak normal.
Implan ICD atau alat kejut jantung. Nantinya, implan alat tersebut akan membantu menormalkan detak jantung.
Jadi, henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest adalah kondisi yang cukup berbahaya sehingga perlu dilakukan penanganan lebih lanjut oleh dokter maupun tim medis terkait.
Anda dapat mencegah terjadinya sudden cardiac arrest dengan melakukan pemeriksaan jantung secara rutin.***
--- Simon Leya
Komentar