PENDIDIKAN Pendidikan Calon Pastor Katolik, Tanggung Jawab Setiap Penganut Katolik 27 Aug 2016 14:56
JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Di tengah perkembangan zaman, peran pastor Katolik sangat diperlukan dalam kehidupan agama Katolik. Karena itu, pendidikan dan pembinaan calon pastor Katolik sangat membutuhkan kerja sama dari setiap pemeluk agama Katolik, demikian Mgr Ludovikus Simanullang OFMCap, Ketua Komisi Seminari Konferensi Wali Gereja Indonesia ketika dihubungi IndonesiaSatu.co
Pentingnya pendidikan dan pembinaan calon pastor Katolik menjadi satu tema utama pembicaraan dalam Rapat Kerja Komisi Seminari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), bertempat di Wisma SAMADI Klender, Jl. Dermaga no 6 Klender, Jakarta Timur (24-26/8). Rapat Kerja ini dihadiri oleh para pengurus Komisi Seminari KWI. Rapat Kerja ini membahas rencana diadakannya Pendidikan Formator Jenjang S2 yang akan bekerja sama dengan Fakultas Teologi Wedabhakti (FTW) Yogyakarta, Evaluasi dan Program Kerja 2017, serta Mendengarkan Laporan dari Mitra Komisi Seminari KWI.
Rapat Kerja Pengurus Komisi Seminari KWI pada kesempatan ini diawali dengan rekoleksi yang dibimbing oleh H. Witdarmono, bertema Malam Gelap dalam Panggilan Imamat. Tema tersebut diperdalam dengan bercermin dari pengalaman gelap para tokoh Gereja Katolik; St. Yohanes Salib, St. Teresa dari Kalkuta, St. Yohanes Paulus II, dan Paus Fransiskus.
“Pengalaman Malam Gelap adalah realitas kehidupan pastor Katolik. Maka hal ini perlu diketahui agar tidak menjadi unsur negatif dalam perjalanan hidup berikutnya. Para Pastor Katolik sering kali mengalami tantangan dan karena itu harus mencermati tantangan dan menyelesaikan tantangan itu”, demikian kata Witdarmono.
Pastor Siprianus Hormat, Sekretaris Komisi Seminari KWI menjelaskan bahwa pertemuan ini juga membahas rencana kerjasama dengan FTW Yogyakarta untuk mempersiapkan para pendidik dan pembina calon pastor Katolik. Seluruh peserta rapat menyetujui dan mendukung rencana tersebut .
“Komisi Seminari telah melakukan pendekatan dengan FTW Yogyakarta dan kerjasama yang diusulkan tersebut disambut baik oleh FTW Yogyakarta. Program tersebut akan menyatu dengan program S2 Teologi FTW Yogyakarta dan tidak menjadi cabang jurusan tersendiri. Maka program tersebut akan memuat matakuliah inti dan pilihan. Program tersebut harus mengikuti persyaratan yang berlaku umum bagi mahasiswa S2 (TOEFL >450, Test Potensi Akademik [TPA], dan Tesis,)”, kata Dosen STFK Ledalero, Flores itu.
Rapat ini juga membahas program kerja yang akan dilaksanakan oleh Komisi Seminari KWI, seperti rencana forum studi pendidik dan pembina, pertemuan para rektor seminari tinggi, dan pembukuan setiap kegiatan-kegiatan.
“Kami juga membahas tema-tema dan tata cara kegiatan tersebut”, ujar Pastor Sipri.
Mgr Ludovikus Simanullang OFMCap kepada IndonesiaSatu.co mengatakan bahwa perkembangan-perkembangan terkini dalam Gereja Katolik membutuhkan calon pastor yang kuat dan tanggap zaman. Uskup Keuskupan Sibolga itu selanjutnya meminta dukungan untuk pendidikan dan pembinaan calon pastor Katolik.
--- Redem Kono
Komentar