Breaking News

KEAMANAN Pengamanan Arus Mudik, Polri Akan Gelar Operasi Ketupat 4-16 April 2024 20 Mar 2024 15:19

Article image

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi ketupat 2024 mulai 4 April hingga 16 April 2024. Hal itu dilakukan untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik pada masa mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

“Operasi Ketupat akan dilaksanakan selama 13 hari yaitu dimulai 4 April sampai dengan 16 April 2024,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (20/3/2024).

Brigjen Trunoyudo memperkirakan masyarakat yang akan mudik lebaran 2024 mencapai 193,6 juta orang. Oleh sebab itu, Polri menyiagakan 145.161 personel gabungan untuk mengamankan mudik.

“Jumlah personel yang terlibat sebanyak 145.161 orang, diantaranya Polri sebanyak 76.192 personel, Instansi terkait sebanyak 68.969 personel,” terangnya.

Saat Operasi Ketupat, kata Karopenmas, ribuan titik akan diamankan oleh Polri. Diantaranya masjid, terminal, pelabuhan, hingga bandara.

“Polri akan melakukan pengamanan di 68.611 masjid, 1.054 terminal, 792 pelabuhan, 317 bandara, 414 stasiun kereta api, 4.398 pusat perbelanjaan, dan 5.165 objek wisata,” terangnya.

Pengamanan Mudik

Sementara itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri 2024, Korlantas Polri mempersiapkan pengamanan untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan Mudik Lebaran 2024.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengatakan, Korlantas Polri bekerjasama dengan stakeholder lintas sektoral dalam melaksanakan rapat koordinasi, pelatihan Tactical Floor Game (TFG), serta mendirikan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan menjelang arus mudik dan balik.

“Sesuai dengan hasil survei Kementerian Perhubungan diprediksi potensi pergerakan pemudik sekitar 193,6 juta jiwa pergerakannya, dan menggunakan berbagai moda transportasi,” ujar Dirgakkum Korlantas Polri di Gedung Korlantas Polri, Selasa (19/3/2024).

Bahwa dengan meningkatnya potensi pergerakan masyarakat, Korlantas Polri nantinya akan melaksanakan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, one way dan mendirikan pos pengamanan, pos pelayanan, dan kegiatan patroli.

“Prediksi bahwa dari jumlah yang menggunakan Jalan baik itu tol maupun non tol dari Jakarta menuju ke barat, menuju Lampung, Sumatera, Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah Jawa Timur, itu sekitar 50 jutaan terbagi menjadi jalan tol maupun arteri tentunya kita sudah antisipasi dari faktor keselamatan dan kenyamanannya masyarakat,” ujar Brigjen Pol Raden Slamet.

“Menggunakan sistem ganjil genap dan jika terjadi kepadatan menggunakan contraflow, one way apabila kondisi di jalan tol Cikampek itu sudah penuh,” tambahnya.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso dengan Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol Hotman Sirait.

Ia menambahkan, masih ada titik daerah rawan kecelakaan dan kemacetan, diantaranya Jalan Tol Cikampek, Sumatera dengan jalur yang masih kecil serta masih ditemukan beberapa perbaikan jalan.

“Salah satu upaya untuk memperlancar membuat kenyamanan masyarakat yang melaksanakan mudik kendaraan berat pada saat H-2 sampai dengan H+2 akan dihentikan operasionalnya kecuali kendaraan yang mengangkut sembako dan kebutuhan pokok lainnya,” tegasnya.

Selanjutnya, selama arus mudik dan balik penegakkan hukum yang dilakukan akan mengedepankan tindakan persuasif berupa teguran dan masyarakat diimbau untuk menyiapkan kondisi pengemudi dan kendaraan.

“Dalam hal penegakan hukum tentunya kita akan kedepankan secara persuasif dengan metode teguran, kemudian sebelumnya kita sudah sosialisasikan seluruh aturan dari mulai SKB, tata tertib berlalu lintas,” kata Brigjen Pol Raden Slamet.

“Kita juga imbau kepada masyarakat yang akan mudik nanti supaya jaga kesehatan badan pengemudi maupun kendaraannya supaya tidak terjadi hambatan,” tutup Dirgakkum. ***

--- Sandy Javia

Komentar