REFLEKSI Pentingnya Membina Relasi 24 May 2023 13:20
Poinnya, perlu membina relasi dengan sebanyak mungkin orang, meski tentu saja "ring dalam" jaringan pertemanan itu terbatas.
Oleh Valens Daki-Soo
Memelihara hubungan baik itu perlu dan penting, termasuk dalam konteks bisnis. Kartu nama para relasi sebaiknya tidak dibuang atau disampahkan. Sesekali kontaklah mereka yang namanya tertera di kartu nama yang mungkin terabaikan selama ini.
Relasi pun jangan hanya terbatas pada 'orang penting' alias pejabat tinggi. Seringkali peluang datang atau dihadirkan justru melalui orang yang mungkin Anda tidak anggap 'penting', atau orang yang tak disangka-sangka -- itulah "cara kerja" Daya Ilahi.
Dr John Sharry, seorang pekerja sosial dan psikoterapis dan salah satu pengembang Program Parents Plus pernah menulis, relasi penting, tidak hanya mencakup keluarga dan teman pribadi tetapi juga kelompok dan komunitas yang lebih luas tempat kita berada.
Menurutnya, membangun koneksi dan rasa komunitas dengan rekan kerja, tetangga, dan berbagai kelompok yang membentuk identitas kita (seperti olahraga, hobi, agama, dan kelompok masyarakat), semuanya berkontribusi pada kesejahteraan kita.
Membentuk rasa memiliki dengan orang lain di sekitar misi atau identitas bersama adalah kontributor utama makna pribadi kita dalam hidup. Ketangguhan pribadi kita terjalin ke dalam ketahanan komunitas tempat kita berada. Dari jaringan hubungan dan koneksi kita dengan orang lain itulah kita mendapatkan kekuatan kita.
Komunitas seperti itu dapat mengangkat kita saat kita jatuh dan memberi kita kemampuan untuk menghadapi tantangan apa pun yang menghadang kita.
Namun, menurut Sharry, menciptakan dan mempertahankan hubungan pribadi yang bahagia dan menjadi bagian dari komunitas yang positif bukanlah hal yang mudah.
Selain itu, Anda mungkin awalnya bergabung dengan kelompok komunitas positif yang terikat pada misi positif untuk menjadikan dunia tempat yang lebih baik, tetapi kemudian anggotanya dikesampingkan ke dalam pertikaian, kambing hitam, karena komunitas menjadi terpecah belah dan dalam bahaya perpecahan. Pada titik ini, alih-alih memberikan rasa memiliki, komunitas-komunitas ini dapat mengasingkan, menyakiti, dan merusak banyak orang.
Oleh karena itu, sangatlah penting untuk terus memperhatikan dan membina hubungan kita dengan orang-orang penting dalam kehidupan serta meluangkan waktu untuk memperkuat komunitas tempat kita berada.
Poinnya, perlu membina relasi dengan sebanyak mungkin orang, meski tentu saja "ring dalam" jaringan pertemanan itu terbatas. Secara manusiawi, Anda tidak mungkin bisa akrab dengan semua orang, namun tali-temali pertemanan bisa merentang luas.
Sekadar ilustrasi, beberapa tahun lalu PT VDS Security (salah satu unit usaha dari PT. Veritas Dharma Satya Group) diundang oleh manajemen sebuah jaringan 'mall' besar (AEON Mall) untuk melakukan presentasi. Mereka mengetahui profil kami dari seorang "anak sekolah" alias mahasiswa dan aktivis sebuah organisasi kepemudaan. Sang aktivis ini punya relasi dengan seniornya, yang menempati salah satu posisi penting di jaringan mall tersebut.
Nah, betapa relasi pertemanan dan persahabatan itu bisa membantu dan berarti. Tidak hanya dalam urusan bisnis, tetapi juga dalam segala dimensi kehidupan.
Kendati begitu, pertemanan dan relasi apa saja tidak patut hanya dijadikan sarana untuk mencari untung bagi diri sendiri. Relasi janganlah dimanipulasi hanya semata untuk pemuasan diri atau pemenuhan kebutuhan pribadi.
Prinsipnya, kita menjalin relasi apapun untuk menyebarkan kebaikan.
Jika Anda terus berupaya memancarkan kebaikan, niscaya kebaikan itu pun Anda alami melalui tangan dan hati sesama yang 'dipakai' Tuhan.***
Penulis adalah peminat psikologi, CEO PT Veritas Dharma Satya (VDS Group)
Komentar