BOLA Piala Dirgantara, PSN Ngada Jaga Asa di Laga Pamungkas 04 Mar 2017 04:07
Pada pertandingan kedua melawan Cilegon United pada Kamis (2/3/2-17), PSN Ngada mampu tampil mendominasi meski akhirnya harus kembali menelan kekalahan tipis lewat gol semata wayang Abdul Ali Nahumarury di menit 28.
YOGYAKARTA, IndonesiaSatu.co – Tim asal Nusa Tenggara Timur (NTT), PSN Ngada akan melakoni babak penyisihan terakhir di turnamen Dirgantara Cup 2017 Grup B. Namun laga ini akan menjadi sangat berat dan penuh tekanan mengingat di dua pertandingan sebelumnya, runner up Liga Nusantara 2016 ini menelan kekalahan. Kesempatan untuk lolos ke partai semi final pun kian jauh untuk diraih.
Memang, sebagai tim amatir PSN Ngada tak minder menghadapi lawan di Grup B yang nota bene lebih berpengalaman. Sebabnya, pada laga perdana di Stadion Maguwoharjo Sleman, Selasa (28/2/2017) sore, meski kalah 2-4 namun PSN Ngada mampu menyulitkan Persebaya Surabaya. Bahkan di laga itu, anak asuh Kletus M Gabhe lebih dulu 'panas' dengan mencetakngol melalui kapten Oktavianus Wou Pane pada menit ke-3.
Kemudian pada pertandingan kedua melawan Cilegon United pada Kamis (2/3/2-17, PSN Ngada pun mampu tampil mendominasi meski akhirnya harus kembali menelan kekalahan tipis lewat gol semata wayang Abdul Ali Nahumarury di menit ke-28.
Kedua tim mengawali laga dengan permainan cepat. Maklum saja, keduanya takluk di partai pembuka. Jika Ngada kalah dari Persebaya, Cilegon juga harus mengakui ketangguhan Persbul Buol. Namun momentum diperoleh Cilegon ketika di pertengahan babak kedua, gelandang Abdul Ali Nahumarury sukses mencetak gol sekaligus membawa tim besutan Arcan Iurie itu unggul 1-0 yang bertahan hingga babak pertama usai.
Di paruh kedua, PSN Ngada tak mengendurkan serangan. Bahkan andai gol Rikardus Bara tak dianulir wasit karena dinilai offside, mereka mampu menyamakan skor dan membuat keadaan berubah. Namun usaha keras Ngada mengejar defisit gol tak berbuah hasil hingga wasit Wisnu menutup laga.
Bermain bagus tidak cukup untuk bisa memenangkan pertandingan. Yang utamma adalah bagaimana para pemain bisa memanfaatkan peluang sebaik-baiknya. PSN Ngada menerima dua kekalahan dengan lapang dada karena telah menampilkan permainan terbaiknya.
“Sepak bola memang demikian. Ini soal peluang. Satu peluang pun bisa jadi gol, dan itu yang dialami oleh Cilegon. Sementara kami (PSN) memiliki banyak tendangan ke gawang, namun selalu saja ada pemain Celegon yang lakukan block. Bahkan satu kesempatan keeper mereka sudah keluar dari daerahnya, tetapi ada saja yang bisa mengganti untuk mengamankan gawang mereka. Kami menyerang terus dan Cilegon sesekali menyerang tapi bisa cetak gol di babak pertama,” papar Kletus kepada IndonesiaSatu.co melalui sambungan telepon, Kamis (2/3/2017) malam.
Asisten pelatih Cilegon United Marwal Iskandar usai laga mengakui pertandingan melawan PSN Ngada sangat menarik. Bahkan dia mengaku salut untuk pemain-pemain Ngada yang bermain cepat dan taktis. Untuk itu, dua kekalahan bagi Kletus harus menjadi pemacu bagi PSN untuk terus tampil lebaih baik lagi.
“Tapi tak masalah, banyak pelajaran kami dapatkan dari tim-tim yang lebih berpengalaman. Selain itu, ajang ini (Piala Dirgantara) juga menjadi moment untuk menjaga kebugaran pemain kami, pra musim kan. Apalagi dengan menjajal tim besar, kami bersyukur, karena ini kesempatan menambah jam terbang pemain, sehingga kalau nanti turun ke Liga 3, mental pemain sudah naik. Walau sebenarnya di Piala Dirgantara ini saya juga ingin pemain berkiprah lebih jauh dan haus prestasi,” ungkap mantan punggawa PSN Ngada itu.
Tetap Berharap
Di laga terakhir babak penyisihan Grub B, sore nanti, PSN Ngada akan berhadapan dengan Persbul Buol pada pukul 15:30 WIB. Sementara Persebaya Surabaya akan menjamu Cilegon United pada pulu; 18:30 WIB di Stadion Maguwoharjo Sleman.
Persebaya Surabaya dipastikan lolos ke Semi Final karena berhasil mengumpulkan 6 poin, masing-masing dari kemenangan 4-2 atas PSN Ngada, dan 1-0 atas Bersul Buol. Sementara tiga tim lainnya akan berjuang untuk mendapatkan posisi Runner Up Grub B, tentu peluang terkecil ada di pundak PSN Ngada yang telah mengalami dua kekalahan. PSN Ngada menyerah 2-4 dari Persebaya Surabaya, dan 0-1 dari Cilegon United.
Kendati tipis harapan untuk melaju ke babak semi final, PSN Ngada berpeluang menyamai perolehan 3 poin seperti yang dimilki Cilegon United dan Persbul Buol. PSN Ngada bisa menjaga asa untuk lolos jJika pada pertandingan sore nanti bisa mengalahkan Persbul Buol dengan skor telak. Saat ini PSN mengantongi minus 3 dalam hal selisih gol.
Lebih dari itu, nasib PNS sangat ditentukan hasil pertandingan lain, yakni Cilegon United vs Persebaya Surabaya yang akan bermain malam nanti.
“Jadi saat ini, nasib kami sangat ditentukan oleh tim lain. Dan untuk menjaga asa itu, kami harus menang besar untuk menutup minus selisih gol yang cukup besar,” harap Kletus.
Sebelum berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti ajang Piala Dirgantara ini, Kletus mengaku agak pesimis soal persiapan. Dari sisi waktu mungkin cukup, karena para pemain telah melakoni dua bulan masa latihan jelang keberangkatan. Namun tantangnnya adalah mengumpulkan para pemain.
“Ada tantangan di pemain. Kami harus mencari beberapa pemain tambahan, karena ada batasan umur dari operator Liga Dirgantara. Akhirnya beberapa panggawa Linus 2016 tidak ikut serta. Tambah lagi satu pemain kunci di lapangan tengah, Jackson yang hijrah ke Bali United. Memang sudah dapat pengganti sepadan, tetapi tipikal bermain berbeda. Mobilitas Jackson membuat dia mampu bertahan, mencari (merebut bola) dan menyuplai bola. Ini yang belum sepenuhnya dimiliki pengantinya. Solusinya, kami memasang dua pemain untuk celah ini, yakni satu gelandang serang dan tandemnya gelandang bertahan,” jelas Kletus.
Sementara untuk urusan pendanaan, Kletus tidak meragukan lagi oleh campur tangan banyak pihak yang begitu kuat pedulinya terhadap kemajuan sepak bola Ngada.
“Pemda sangat support, kemudian keberadaan fans club juga sangat luar biasa dukungannya”.
Kletus pun memperkirakan, iklim sepak bola di Ngada akan tumbh cepat.
“Sekarang saja banyak bibit baru karena memang banyak tim yang membutuhkan. Kita bisa cepat naik lebih tinggi, hanya perlu dukungan infrastruktur stadion yang baik, penginapan hotel yang mendukung. Karena momentum kebangkitan sepak bola Ngada sudah kembali berkibar,” pungkas Kletus menutup perbincangan.
Profil Tim PSN Ngada
Pemain: Oscar Daga (2), Bastian Raja (3), Andry Nanga Awa (5), Silvester Gapi (7), Josse Peba (8), Yorris Nono (9), Octha pone (10), Heron Ago (16), Yun Rodja (17), Deddy P Demu (20), Hence Dhewa (21), Tommy C Redo (22), Tores Lao (23), Carlos Sae (24), Remy Bejo (66), Andi Sae (70), Jeni Gata (77), Sarce Nau (88), Vian Kenge (97), Us Bhara (99).
Manajer: Bernard FD Burah, Asisten Manager Joyce Jawa, Bendahara Fidelis Dhiu.
Pelatih: Nong Sebo, Jhon Liko, Andy Siwe, Kletus Gabhe
Official: Evodius Wea Wayto
--- Sandy Javia
Komentar