Breaking News

NASIONAL Presiden Prabowo: Warga Aceh Tamiang Bangkit Lebih Cepat dari Bencana 21 Mar 2026 18:32

Article image
Presiden Prabowo usai melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/03/2026). (Foto: Setneg.go.id)
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti progres pemulihan pascabencana yang dinilai berjalan sangat cepat dan signifikan.

ACEH, IndonesiaSatu.co - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Idulfitri sekaligus apresiasi atas percepatan pemulihan pascabencana banjir di wilayah Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Usai melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/03/2026), Presiden menyampaikan harapannya agar momentum Idulfitri membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Alhamdulillah ya kita sampai ke hari Idulfitri ini, saya mohon maaf lahir batin minal aidin wal faizin. Mudah-mudahan tahun yang akan datang tahun yang baik untuk kita semua,” ujar Presiden di hadapan awak media.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti progres pemulihan pascabencana yang dinilai berjalan sangat cepat dan signifikan. Bahkan, menurut Kepala Negara, pemulihan itu sudah mencapai hampir 100 persen.

“Di tenda sudah gak ada lagi, 100 persen. Semua sudah keluar dari tenda masuk ke hunian-hunian sementara ataupun hunian tetap sudah mulai,” ungkapnya seperti dikutip dari Setneg.go.id.

Presiden menambahkan bahwa kondisi infrastruktur dasar juga telah pulih hampir sepenuhnya. “Listrik hampir semuanya sudah jalan, hampir 100 persen lah, hanya lima desa dari seluruh Aceh hanya lima desa yang memang sulit,” jelasnya.

Selain itu, Presiden memastikan bahwa bantuan pemerintah telah tersalurkan kepada masyarakat terdampak. “Bantuan semua sudah turun ke rakyat semua, alhamdulillah,” tegas Presiden.

Atas capaian tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan pemulihan bencana. “Saya sangat bangga dan terima kasih kepada semua petugas, semua aparat, dari TNI, Polri, BNPB, PU, pemerintah daerah, dan semua kementerian/lembaga yang bekerja luar biasa membantu rakyat,” ujarnya.

Presiden juga menegaskan bahwa upaya penanganan bencana tidak hanya dilakukan di Aceh, tetapi juga di berbagai wilayah lain yang terdampak. Melalui percepatan pemulihan ini, pemerintah menunjukkan komitmen untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal dengan dukungan fasilitas yang memadai. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo melaksanakan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Darussalam, di kawasan hunian sementara (huntara), Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (21/03/2026).

Setibanya di lokasi, Presiden bergabung bersama sekitar 1.300 jemaah untuk mengikuti rangkaian ibadah yang diawali dengan takbir dan tahmid.

Salat Idulfitri dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan imam Tengku Junaidi. Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan khotbah Idulfitri yang disampaikan oleh Zulkhaizir.

Dalam khotbahnya yang bertema “Makna Idulfitri sebagai Wadah Menyatukan Hati, Menguatkan Negeri dalam Iman dan Taqwa (Pascabencana Alam)”, khatib mengajak jemaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum bangkit dari duka, memperkuat kesabaran dan tawakal dalam menghadapi musibah, serta mengambil hikmah dari setiap ujian yang dihadapi.

Khatib juga menekankan pentingnya mempererat ukhuwah dan silaturahmi sebagai kekuatan sosial dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana, serta menjadikan doa dan istighfar sebagai penguat dalam menghadapi kesulitan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal antara Presiden dan seluruh jemaah Masjid Darussalam, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga berupa perlengkapan ibadah, Al-Qur’an, dan pakaian. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat huntara dan warga sekitar, dengan total paket yang disiapkan mencapai sekitar 7.000 paket.

Kehadiran Presiden di Aceh Tamiang pada hari yang fitri ini bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata bahwa negara hadir menguatkan, mendampingi, dan memastikan rakyatnya tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa sulit. *

--- F. Hardiman

Komentar