PARIWISATA Rancang Bangun Pariwisata Ende, Nando Watu: Rohnya adalah Kolaborasi Lintas Stakeholder 06 Nov 2025 14:53
Nando mendorong segenap peserta untuk terus menggemakan dan mendukung project Satu Desa Satu Product atau One Villege One Product (OVOP), juga Satu Destinasi Ratusan Atraksi atau One Destination Hundreds Atractions (ODHA).
ENDE, IndonesiaSatu.co-- "Membangun pariwisata, rohnya harus berpijak pada spirit keberlanjutan, keberpihakan kebijakan dan dukungan lintas stakeholder."
Demikian hal itu diutarakan Ferdinandus Watu, S.Fil, saat memaparkan materi dalam acara Fokus Group Diskusi bertajuk "Mbabho Gajo: Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif" bertempat di Lantai 2 Ruangan Garuda Kantor Bupati Ende, Rabu (5/11/2025).
Nando menyebut, secara legalitas dan hukum, sudah diterbitkan Permen Nomor 9 tahun 2020 tentang pedoman Pembangunan Pariwistaa Berkelanjutan.
Di dalam Permen tersebut, terdapat 4 pokok, yakni Pengelolaan atau management destinasi kelembagaan/pengelola; Optimalisasi pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung; Optimalisasi pelestarian lingkungan; serta Pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal.
"Pariwistaa itu rohnya adalah kolaborasi lintas stakehokder. Karena itu, perlu didukung oleh kebijakan dan anggaran di berbagai lini penggerak industri pariwisata," bebernya.
Nando yang juga Praktisi pariwisata dan telah bergelut kurang lebih 15 tahun di bidang pariwisata itu menegaskan bahwa pembangunan pariwisata daerah juga berpijak pada fondasi 3 batu tungku (triple bottom line), yakni:
Pertama, Keterlibatan (Enggament); terdapat interaksi antara wisatawan dengan daerah wisata (manusia), manusia dan lingkungannya.
Kedua, Pengalaman (experience); pariwista harus mampu menciptakan pengalaman yang unik dari keterlibatan antara tamu dan masyarakat serta dengan budaya di daerah wisata.
Ketiga, Pemberdayaan (empwerment); dari keterlibatan dan pengalaman, harus juga terjadi penguatan komunitas melalui nilai ekonomi dan keberlanjutan.
Di hadapan ratusan peserta dari berbagai instansi dan pelaku wisata, Nando yang juga anggota Komisi 1 DPRD Ende dari Parrai PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa pariwista Ende bisa bangkit dan berkembang.
"Kita memiliki kekahasan dan keunikan. Maka, harus ada nilai pembeda (diferensiasi) dan kekhasan (uniqness) dari setiap product dan layanan jasa wisata. Juga perlu menjunjung tinggi keterlibatan masyarakat lokal di setiap destinasi sehingga tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri," terang Nando.
Legislator muda PDI Perjuangan Dapil IV Ende itu mendorong segenap peserta untuk terus menggemakan dan mendukung project Satu Desa Satu Product atau One Villege One Product (OVOP), juga Satu Destinasi Ratusan Atraksi atau One Destination Hundreds Atractions (ODHA).
"Untuk bisa mewujudkan itu, perlu penguatan komunitas atau kelembagaan, peningkatan skill dan pengetahuan masyarakat di setiap titik destinasi, dukungan kebijakan yang mempermudah akses layanan modal, digitalisasi product wisata, serta pemasaran terpadu dan promosi bersama," paparnya.
Nando yang juga wakil Bapemperda ini membawakan materi dengan tema: "Peran Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Ende."
Selain Nando, hadir pula sebagai Narasumber dalam kegiatan Wakil Bupati Ende, Dr. Drg. Dominikus Minggu Mere, M. Kes, dengan materi "Kebijakan dan Program Prioritas Kabupaten Ende dalam Lensa Pariwista."
Forum Fokus Group Discusson "Mbabho Gajo" yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ende ini dibuka oleh Wakil Bupati Ende, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M. Kes. Sementara Kepala dinas Pariwisata Ende, Mohamad Sahab, S.H, bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan OPD lingkup pemkab Ende, kepala TNK Kelimutu, para Camat, utusan Desa wisata, pelaku Wisata dari Perhimpunan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), akademisi, budayawan, TP2D, PKK, kelompok Seni, Sanggar, dan berbagai komunitas kreatif.
--- Guche Montero
Komentar