REFLEKSI Rancangan Tuhan (Pasti) Indah! 22 Aug 2024 13:21
Rancangan Tuhan memang pasti terbaik dan terindah, meski kerapkali bisa bikin kita bingung, gelisah bahkan marah.
Oleh Valens Daki-Soo
Saya pernah berpikir 'main-main' alias asal pikir begini, "Mengapa pembentukan bayi manusia bisa sempurna dalam sembilan bulan? Mengapa bukan tiga bulan atau lima tahun, misalnya?"
Jangan marahi saya, para Saudari. Soalnya kalau lima tahun, betapa tipis antara bahagia dan derita. Sembilan bulan saja sudah dahsyat dan ajaib. Mungkin saya kecualian, karena tujuh bulan sudah 'hadir' ke muka bumi ini alias lahir prematur. Rupanya saya terlalu bersemangat untuk cepat lihat matahari, soalnya saya lahir jam 9 pagi.
Oke, maksudku, betapa segala sesuatu berjalan tertata dalam "disain Ilahi". Kadang saya termangu dalam pesona kosmis, menyadari betapa hebatnya kosmos ini berdinamika. Setiap tata surya bergerak ritmis seperti Bumi dan 'teman-teman'nya, planet-planet yang lain, beredar mengitari matahari tanpa harus 'baku senggol' alias 'baku tabrak'. Para fisikawan tentu fasih menjelaskan ini, namun saya ingin mengapresiasi fenomena ini dengan kekaguman seorang anak kecil yang lugu tapi jernih.
Pagi ini kita saling menyapa atau setidaknya "baku lihat wajah" dengan damai dan sehat sejahtera. Bukankah itu manifestasi dari disain yang indah? Tak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Apapun yang terjadi sesungguhnya merupakan pantulan atau buah dari 'cara kerja' yang tak tampak.
Kalau begitu, seyogianya saya (Anda juga, kalau mau) cukup hidup dengan sungguh-sungguh: berdoa, bekerja, menghasilkan karya nyata, berpolitik, bernyanyi, bergaul, menyiram tanaman -- ya, apapun yang kita lakukan -- dengan sepenuh hati dan "hadir seutuhnya" dalam setiap momen.
Rancangan Tuhan memang pasti terbaik dan terindah, meski kerapkali bisa bikin kita bingung, gelisah bahkan marah juga, bila kesadaran kita tak mampu berinteraksi dengan Kesadaran Tertinggi. Bukankah kita sering kecewa dan marah jika sesuatu terjadi tak sesuai dengan kehendak kita?
Biasanya pada saatnya baru kita mengerti dan menyadari, ternyata kita mau dibawa ke suatu tempat dan kondisi melalui kejadian tertentu. Kita lalu bilang, "Oh ya, Tuhan memang hebat. Ternyata Dia mau tempa saya lebih kuat dan matang melalui cara itu."
Saya tidak tahu kondisi Anda. Namun saya berharap, kehidupan Anda terus bergerak menuju kondisi terbaik bagi pertumbuhan dan kemajuan Anda. Dan -- ah, ini dia! -- sebenarnya setiap saat bisa merupakan "kondisi terbaik" bagi pertumbuhan jika kita yakin pada rancangan dan 'cara kerja' Daya Ilahi.***
Penulis adalah peminat filsafat dan psikologi, pengusaha dan politisi, Pendiri & Pemimpin Umum IndonesiaSatu.co
Komentar