Breaking News

REGIONAL Reses di Flotim, Ana Waha Kolin Serap Berbagai Aspirasi Warga 01 Jul 2026 10:28

Article image
Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PKB, Ana Waha Kolin, saat menggelar Reses salah satu titik di Kabupaten Flores Timur (Flotim). (Foto: Dok. PRS)
Ana berkomitmen, seluruh aspirasi yang diterimanya selama masa reses akan dirangkum dan dibawa ke pembahasan DPRD Provinsi NTT sebagai bahan rekomendasi kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

LARANTUKA, IndonesiaSatu.co-- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PKB, Ana Waha Kolin, menggelar Reses di Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Memasuki hari 7 dari total 10 hari masa reses, Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi NTT itu telah mengunjungi 15 titik dan menyerap beragam masukan dan aspirasi yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Saat menggelar reses di Desa Hurung, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Senin (29/6/2026), Ana mengaku mengapresiasi antusiasme masyarakat yang secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mengapresiasi antusiasme dan partisipasi masyarakat Flores Timur yang telah menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung. Semua masukan ini akan menjadi perhatian serius dan akan kami perjuangkan di DPRD Provinsi NTT agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah sesuai kewenangannya,” ujar Ana melansir porosnttnews.com

Ana menyebut, salah persoalan yang disampaikan masyarakat yakni belum meratanya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah.

“Masyarakat mempertanyakan mengapa masih banyak sekolah yang belum menikmati program MBG. Padahal, di Flores Timur direncanakan terdapat sekitar 70 dapur MBG, namun hingga kini yang beroperasi baru sekitar 30 dapur. Mereka berharap program ini segera menjangkau seluruh sekolah,” katanya.

Selain itu, kata Ana, masyarakat juga mengeluhkan penempatan tenaga kesehatan berstatus PPPK Paruh Waktu yang hingga kini masih terkonsentrasi di Rumah Sakit Jiwa Naimata, Kota Kupang.

Ana menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi mengurangi pelayanan kesehatan di daerah.

“Masyarakat berharap agar para tenaga kesehatan dapat segera dikembalikan ke kabupaten dan kota masing-masing. Saat ini pelayanan kesehatan di puskesmas, pustu maupun polindes masih sangat membutuhkan tenaga medis untuk menangani berbagai persoalan seperti HIV/AIDS, penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir, stunting, ODGJ, hingga penyakit lainnya,” ungkapnya.

Menurut Srikandi PKB itu, target Pemerintah Provinsi NTT dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan akan sulit tercapai apabila distribusi tenaga kesehatan belum merata.

Selain sektor kesehatan, masyarakat juga menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan lainnya seperti perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, sumur bor, hingga fasilitas dasar yang menunjang aktivitas ekonomi.

“Aspirasi yang kami terima juga menyangkut pembangunan infrastruktur, kelangkaan dan kenaikan harga BBM, pemberdayaan ekonomi perempuan, rumah tidak layak huni, lampu penerangan jalan, hingga bantuan pembangunan rumah ibadah. Semua ini menyangkut kepentingan hidup masyarakat dan akan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” komit Ana.

Ana mengatakan, Reses bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai anggota legislatif, melainkan menjadi ruang dialog yang mempertemukan harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. 

Ia berkomitmen, seluruh aspirasi yang diterimanya selama masa reses akan dirangkum dan dibawa ke pembahasan DPRD Provinsi NTT sebagai bahan rekomendasi kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

"Reses adalah ruang bagi kami untuk mendengar langsung suara rakyat. Aspirasi yang disampaikan masyarakat Flores Timur merupakan amanah yang akan kami kawal agar dapat diwujudkan menjadi kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Ana.

--- Guche Montero

Komentar