Breaking News

REGIONAL Respon Bencana Kekeringan, PMI dan BPBD Sikka Distribusikan Air Bersih untuk Warga di Tiga Kecamatan 19 Sep 2024 14:48

Article image
Staf PMI dan BPBD Sikka saat mendistribusikan air bersih di Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT. (Foto: florestribunnews.com)
"Mari kita bergerak bersama untuk membantu masyarakat terdampak bencana dalam spirit kemanusiaan," ajak Gervatius.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka, merespon bencana kekeringan yang melanda warga di beberapa Kecamatan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Aksi tanggap bencana oleh PMI dan BPBD Sikka sejak tanggal 2-16 September 2024 itu yakni dengan mendistribusikan air bersih bagi warga di tiga wilayah Kecamatan di Kabupaten Sikka; yakni Kecamatan Kangae, Kecamatan Hewokloang dan Kecamatan Kewapante.

Ketua PMI Kabupaten Sikka, Gervatius P. Mude menerangkan, aksi kepedulian tersebut sebagai respon atas bencana kekeringan yang telah melanda warga di beberapa wilayah kecamatan.

Gervatius mengatakan, PMI Kabupaten Sikka dengan dukungan PMI Provinsi NTT dan PMI pusat, merespon pemenuhan kebutuhan air bersih di 3 Kecamatan dengan prioritas wilayah desa yang terdampak kekeringan.

"Atas nama pengurus PMI Kabupaten Sikka, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pengurus PMI Provinsi dan PMI Pusat yang telah memperhatikan dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Sikka. Dengan kondisi kekeringan ini, air menjadi kebutuhan vital yang harus dipenuhi," ujar Gervatius dalam siaran pers yang diterima media ini dari sfaf PMI Sikka, Arnold Lado, Rabu (18/9/2024).

Gervatius menjelaskan, setelah melakukan assessment, PMI dan BPBD lalu merespon pelayanan air bersih di tiga kecamatan; yaitu kecamatan Hewokloang, Kangae dan kecamatan Kewapante, dengan masing-masing prioritas pelayanan kepada 4 desa di tiap kecamatan.

PMI Sikka dalam kerjasama dengan BPBD, kata Gervatius, terus berkomitmen mendukung pelayanan air bersih selama 30 hari kepada masyarakat terdampak.

"Mari kita bergerak bersama untuk membantu masyarakat terdampak bencana dalam spirit kemanusiaan," ajak Gervatius.

Kolaborasi Antisipasi Bencana

Sementara itu, Pihak BPBD Kabupaten Sikka melalui Kabid II Bidang Kedaruratan dan Logistik, Emanuel Yosef Muda, mengatakan bahwa terjadi kolaborasi antara BPBD dan PMI Kabupaten Sikka dalam mengantisipasi bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Sikka, khususnya di beberapa desa yang terdampak erupsi gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur (Flotim).

“Erupsi juga berdampak pada desa-desa di wilayah perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur sehingga banyak sumber air tercemar dan masyarakat kesulitan air bersih. Beberapa desa yang terdampak seperti Kringa, Ojang, Tiwutawa, Udeen Tuek juga menjadi wilayah yang membutuhkan air bersih," ungkap Emanuel.

Dominika, salah seorang warga terdampak, mengaku kekeringan melanda desanya sejak Januari 2024 lalu.

"Wilayah Desa Seusina mulai terdampak kekeringan sejak bulan Januari lalu dan kami memenuhi kebutuhan air bersih dengan membeli air tangki dengan harga Rp 175.000-Rp 200.000 per tangki, bergantung jarak. Di sini belum ada sumber air yang dekat," ujar warga Dusun Kewagunung itu.

Dominika berharap, PMI terus mendukung penyediaan air bersih kepada masyarakat terdampak agar meringankan beban finansial masyarakat.

"Kami berharap agar PMI terus mendukung penyediaan air bersih kepada masyarakat sehingga mengurangi beban kami untuk membeli air," harapnya.

Diketahui dalam kegiatan pelayanan distribusi air bersih di bulan September 2024 ini, PMI Kabupaten Sikka telah menjangkau 13 titik distribusi dengan total 140.000 liter air terdistribusi dan mencapai kurang lebih 10.000 penerima manfaat.

--- Guche Montero

Komentar