Breaking News

GAYA HIDUP Riset Ilmiah: Jatuh Cinta Bikin Orang 'Bertindak Bodoh' 05 Jun 2023 11:26

Article image
Ilustrasi dua orang sedang jatuh cinta. (Foto: detikhealth)
"Ketika Anda melihat seseorang yang Anda sukai, beberapa area otak menjadi aktif," kata Semir Zeki, Profesor estetika saraf di University College London.

IndonesiaSatu.co-- Setiap manusia tentu mengalami pengalaman mencintai dan dicintai. Dalam fase tertentu, khususnya ketika seseorang sedang dalam situasi jatuh cinta, ada banyak perubahan yang terjadi.

Namun, pernahkah kita mendengar bahwa jatuh cinta membuat orang 'bertingkah bodoh?' Sebuah riset ilmiah membuktikan hal tersebut.

Banyak orang yang rela mempertaruhkan segalanya hanya untuk orang yang dicintainya. Dalam kasus perselingkuhan misalnya, tak sedikit mereka yang berselingkuh memilih meninggalkan keluarganya hanya untuk membela orang yang ditaksirnya.

Bahkan, tak sedikit perilaku anak yang tega melawan orang tua hanya demi membela orang yang dicintainya, meski belum tentu menjadi pasangan hidupnya.

Mengapa jatuh cinta bisa membuat orang 'bertindak bodoh'?

Dalam laman Medical Daily, disebutkan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya perubahan kimiawi pada orang yang sedang jatuh cinta.

Dengan menggunakan pemindaian otak, para peneliti mampu memetakan perubahan kimiawi yang terjadi dan mengungkapkan bagian otak yang aktif dan bagian yang mati selama jatuh cinta. Hasil pemindaian otak menunjukkan bahwa bagian otak yang penting untuk penilaian, korteks frontal otak, mati saat orang jatuh cinta.

Para peneliti yang menggunakan pemindaian MRI menemukan bahwa korteks frontal dinonaktifkan ketika seseorang diperlihatkan gambar orang yang mereka cintai. Hal ini membuat mereka menangguhkan semua kritik dan keraguan.

"Ketika Anda melihat seseorang yang Anda sukai, beberapa area otak menjadi aktif," kata Semir Zeki, Profesor estetika saraf di University College London.

Namun, kata Zeki, bagian yang berperan dalam penilaian rasional di-nonaktifkan saat seseorang sedang jatuh cinta.

Zeki mengatakan bahwa otak dapat bertindak dengan cara ini untuk tujuan biologis yang lebih tinggi sehingga memungkinkan terjadinya reproduksi.

"Jika penilaian rasional ditangguhkan, bahkan pasangan yang paling tidak mungkin pun dapat berkumpul dan bereproduksi," ucap Zeki.

Dijelaskan, Pemindaian otak pada situasi tersebut merupakan bagian otak yang bertanggung jawab atas rasa takut dan bagian lain yang terlibat dalam emosi negatif, ditutup. Hal inilah yang membuat mengapa orang begitu bahagia dan tidak takut ada yang salah ketika mereka jatuh cinta.

Penelitian juga menemukan bahwa tingkat dopamin, zat kimia di otak yang memainkan peran penting dalam kesenangan dan rasa sakit, dan terkait dengan hasrat, kecanduan, dan euforia, lebih tinggi pada orang yang sedang jatuh cinta.

 Para peneliti mengatakan bahwa lonjakan kadar dopamin neurotransmitter mungkin membuat orang yang jatuh cinta mempertahankan mati-matian orang yang ditaksirnya.

Saat kadar dopamin meningkat, kadar serotonin, hormon penting yang mengatur suasana hati dan nafsu makan, akan turun. Hal ini membuat orang yang sedang jatuh cinta merasa cemas dan gelisah saat tidak menjumpai orang yang disukainya.

--- Guche Montero

Komentar