REGIONAL Sedih, Seorang Bayi Hasil Hubungan Gelap di Sabu, NTT Ditemukan Tewas Sebagian Tubuhnya Dimakan Anjing 29 Aug 2024 15:45
Kedua pelaku berasal dari desa yang sama, pelaku perempuan merupakan bendahara desa.
SABU RAIJUA, IndonesiaSatu.co-- Kabar menyedihkan datang dari tanah Sabu persisnya di Desa Loborui, Kecamatan Sabu Liae, Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya seorang bayi berjenis kelamin laki-laki tewas dan sebagian tubuhnya telah dimakan anjing.
Hal tersebut diketahui ketika seorang pemuda, Marthen Here berusia 20 tahun melihat anjing miliknya membawa potongan daging, pada saat dicek, daging tersebut merupakan daging manusia.
Dilansir dari detikbali, Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Natonis mengatakan pihaknya sudah menangkap pelaku pembuangan mayat.
"Sudah dilakukan penangkapan terhadap dua orang yang diduga sebagai pelaku pembuang bayi di RT 09, RW 05, Desa Loborui," kata Kapolres.
Diketahui kedua pelaku berasal dari desa yang sama. Pelaku perempuan, Habrita Here merupakan bendahara desa dan pelaku laki-laki, Mefinosed Dake Winu adalah mantan Kepala Desa (Kades).
Mefinosed dan Habrita merupakan pasangan perselingkuhan hingga terjadinya kehamilan. Namun, Mefinosed diketahui sudah memiliki istri dan anak. Kehamilan Habrita pun ditutupi sehingga keluarga dan tetangganya tak mengetahuinya.
Kepada polisi, Habrita mengakui bayi itu adalah miliknya. Habrita melahirkan bayi itu seorang diri di kamar mandi pada Selasa (27/8/2024) sekitar pukul 02.00 Wita. Setelah bayi lahir di kamar mandi, Habrita mengambil sebilah pisau untuk memotong tali pusarnya.
Seusai itu, Habrita kemudian membungkus anaknya yang baru lahir itu dengan kain. Ia lantas bergegas menggali lubang di belakang rumahnya untuk menguburkan bayi yang masih hidup.
"Hasil pemeriksaannya bayi itu diduga dilahirkan dalam keadaan hidup. Namun, untuk memastikannya masih menunggu hasil autopsi," jelas Paulus.
Lanjut Paulus, kondisi bayi sudah tidak utuh, bayi berjenis kelamin laki-laki.
"Kondisinya sudah tidak utuh lagi. Sebagian tubuh bayi berjenis kelamin laki-laki itu sudah dimakan anjing," ujar AKBP Paulus.*
--- Hendrik Penu
Komentar