Breaking News

INDUSTRI Senator Angelo Wake Kako Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian Untuk PLTU Ropa di Ende dan Bolok di Kupang 14 Mar 2025 12:01

Article image
Wakil Ketua I Komite II DPD RI, Angelius Wake Kako, S.Pd.,M.Si. (Foto: Dok. Tim)
Menurut Angelo, energi biomassa untuk mensupport ketersediaan pasokan listrik di PLTU Bolok di Kupang dan PLTU Ropa di Ende, bisa memanfaatkan limbah hasil pertanian masyarakat NTT.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Wakil Ketua I Komite II DPD RI, Angelius Wake Kako, S.Pd.,M.Si melakukan pertemuan bersama PLN Energi Primer Indonesia, Dinas Pertanian Provinsi NTT, Dinas ESDM Provinsi NTT, perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten/Kota di Provinsi NTT serta PT Flores Inti Pangan, Rabu (12/3/2025).

Pertemuan tersebut dalam rangka menindaklanjuti hasil pertemuan bersama Gubernur NTT dan Direktur Biomassa pada Selasa, 4 Maret 2025 lalu.

Dalam pertemuan ini, Senator Angelo meminta agar pemerintah daerah dan PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), dapat berkolaborasi dan bersinergi sehingga bisa menyukseskan agenda besar hilirisasi dari Pemerintah Provinsi.

“Saya sangat mengapresiasi langkah dari PT PLN EPI dan Pemerintah Daerah bersama PT Flores Inti Pangan yang mau berkolaborasi dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik di NTT”, ujar Angelo.

Menurut Angelo, energi biomassa untuk mensupport ketersediaan pasokan listrik di PLTU Bolok di Kupang dan PLTU Ropa di Ende, bisa memanfaatkan limbah hasil pertanian masyarakat NTT.

“Sejak lama, saya menginginkan agar kebutuhan energi biomassa di dua PLTU ini bisa memanfaatkan produk kita sendiri tanpa harus impor dari daerah lain. Para petani kita mampu menyediakan bahan baku untuk biomassa, asal tetap memperhatikan kualitas, kuantitas dan nilai ekonomi. Ini momentum yang baik supaya potensi di daerah bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Angelo.

“Saya meminta kerja sama dan kolaborasi, baik dari Pemerintah Daerah, PT PLN EPI dan PT Flores Inti Pangan. Lapangan kerja bisa kita buka untuk anak-anak kita dan petani bisa meningkatkan pendapatan ekonominya,” imbuhnya.

Potensi Limbah Pertanian

Perwakilan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Nixon M. Balukh, S.P., M.Si, dalam paparannya menyampaikan bahwa potensi limbah pertanian seperti bonggol jagung dan sekam padi dari petani di NTT cukup besar dan bisa dimanfaatkan untuk biomassa ini.

“Pada tahun 2024 lalu, diperkirakan 187.000 ton limbah jagung yang diproduksi petani. Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dan Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan wilayah penyuplai terbesar limbah bonggol jagung ini. Kalau sekam padi banyak di daerah Ende, Nagekeo dan Manggarai Raya,” beber Nixon.

Menurutnya, apabila ini berjalan maka perlu keterlibatan semua kabupaten terdekat dengan kedua PLTU ini.

Sementara perwakilan PT Flores Inti Pangan, Abraham Runga menyampaikan bahwa saat ini PT Flores Inti Pangan sudah melakukan kerjasama (MoU) bersama PT PLN EPI dan Pemerintah Provinsi NTT.

“MoU bersama pemerintah dan PLN EPI sudah dilakukan. Kami juga sedang melakukan persiapan pendataan potensi limbah pertanian dan uji kalori di Sucofindo. Pada bulan Mei ini akan dilakukan uji coba sebesar 300 ton di PLTU Ropa dan PLTU Bolok. Kami tentunya butuh kolaborasi semua pihak sehingga projek besar ini bisa berjalan dan berkelanjutan,” kata Abraham.

--- Guche Montero

Komentar