Breaking News

TRANSPORTASI Senator AWK Dorong Kemenhub Perkuat Konektivitas Transportasi di Flores-Lembata 03 Sep 2026 19:18

Article image
Wakil Ketua Komite II DPD RI, Angelius Wake Kako (AWK) usai pertemuan dengan Wakil Menteri Perhubungan bersama sejumlah Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Perhubungan di Jakarta. (Foto: Dok. Ist)
"Kami terus mendorong agar Kementerian Perhubungan memaksimalkan konektivitas di seluruh daerah di Indonesia,” pungkas AWK.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Wakil Ketua Komite II DPD RI, Angelius Wake Kako (AWK), mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memaksimalkan konektivitas transportasi di seluruh daerah di Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikan Senator AWK dalam pertemuan Pimpinan Komite II DPD RI dengan Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, bersama sejumlah Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Perhubungan, Rabu (2/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Senator AWK menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis transportasi di NTT, baik sektor udara maupun laut.

Menurut AWK, penguatan konektivitas transportasi sangat penting bagi NTT yang memiliki karakteristik sebagai daerah kepulauan sekaligus berada dalam kawasan cincin api atau rring of fire.

"Untuk NTT sebagai daerah ring of fire, saya mendorong penguatan kapasitas bandara di NTT, khususnya di Pulau Flores sebagai bagian dari upaya mempercepat jalur distribusi logistik ketika bencana,” kata AWK.

AWK beralasan, penguatan kapasitas bandara di Flores tidak hanya dibutuhkan untuk menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mitigasi dan penanganan bencana.

"Dengan dukungan infrastruktur dan kapasitas bandara yang memadai, distribusi bantuan, logistik, tenaga medis, maupun kebutuhan darurat lainnya dapat dilakukan dengan lebih cepat ketika terjadi bencana," katanya.

Dorong Bandara Komodo Berstatus BLU

Selain penguatan kapasitas bandara di Flores, AWK juga mendorong agar Bandara Komodo Labuan Bajo dapat diajukan menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Menurutnya, status BLU diharapkan dapat memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan dan pengembangan bandara sehingga pelayanan transportasi udara di salah satu pintu masuk utama NTT tersebut semakin optimal.

"Bandara Komodo memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas, pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi di NTT," ujarnya.

Minta Rute KM Egon Diperluas

Pada sektor transportasi laut, AWK turut menyampaikan usulan terkait peningkatan konektivitas melalui armada kapal milik PT Pelni.

Ia meminta agar KM Egon, kapal Ro-Ro milik Pelni yang selama ini melayani rute Surabaya–Waingapu, dapat diperluas rutenya dengan menambahkan Ende dan Lembata.

“Untuk akses laut, saya meminta armada kapal Ro-Ro milik Pelni, KM Egon yang selama ini melayani rute Surabaya–Waingapu, ditambahkan jalurnya dari Surabaya–Waingapu–Ende–Lembata,” pinta Senator AWK.

Menurutnya, perluasan rute tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas penumpang dan distribusi barang dari Pulau Jawa menuju sejumlah wilayah di NTT.

"Konektivitas laut yang semakin baik juga penting untuk menekan biaya logistik dan memperkuat hubungan ekonomi antardaerah di wilayah kepulauan," imbuhnya.

AWK berkomitmen, Komite II DPD RI akan terus mendorong pemerintah pusat agar pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi memperhatikan kebutuhan daerah, terutama wilayah kepulauan dan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

“Kami terus mendorong agar Kementerian Perhubungan memaksimalkan konektivitas di seluruh daerah di Indonesia,” pungkas AWK.

--- Guche Montero

Komentar