Breaking News

REGIONAL Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Masyarakat Desa Witurombaua Apresiasi Atensi Julie Laiskodat 27 Feb 2026 00:11

Article image
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Witurombaua, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, NTT. (Foto: Dok. VA)
Mewakili Ibu Julie, Anton mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pilihan politik maupun kepentingan sesaat.

NAGEKEO, IndonesiaSatu.co-- Anggota DPR RI dari Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertempat di Aula Desa Witurombaua, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (26/2/2026). 

Kegiatan yang bertujuan untuk membangun pemahaman dan penguatan nilai-nilai Kebangsaan tersebit  resmi dibuka oleh Camat Keo Tengah, Servasius Ndapa, S.IP.

Dalam sambutannya, Camat Servasius menekankan bahwa penguatan nilai kebangsaan harus dimulai dari desa.

"Desa adalah fondasi negara. Jika masyarakat desa hidup rukun, menjunjung tinggi musyawarah, dan saling menghargai, maka keutuhan bangsa akan tetap terjaga," kata Camat Servasius.

Camat Servasius menegaskan bahwa Empat pilar kebangsaan bukan sekadar materi sosialisasi. 

"Ini pegangan hidup kita. Kita jaga persaudaraan, kita rawat kebersamaan, maka Indonesia akan tetap kokoh,” tegasnya.

Camat juga mengajak generasi muda untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

Sementata itu, Kepala Desa Witurombaua, Laurensius Paji, melalui Sekretaris Desa Zakarias Ndiwa, menyampaikan terima kasih kepada Ibu Julie Sutrisno Laiskodat atas dukungannya sehingga kegiatan sosialisasi tersebut dapat terlaksana di desa Witurombaua.

“Atas nama pemerintah desa, kami menyampaikan yerima kasih kepada Ibu Julie atas atensinya terhadap masyarakat Witurombaua. Melalui aspirasinya, kami mendapat kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan,” kata Zakarias.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Anton Sukadame Wangge atau akrab disapa Anton Ba’i, memberi sambutan mewakili Ibu Julie Laiskodat yang tidak dapat hadir secara langsung bersama masyarakat Witurombaua karena sedang menjalankan tugas kenegaraan.

“Ibu Julie menitipkan salam hormat dan permohonan maaf karena belum bisa hadir di tengah-tengah masyarakat karena sedang menjalankan tugas kenegaraan lainnya. Namun perhatian beliau kepada masyarakat Keo Tengah tetap besar,” ujar Anton Ba’i.

Anton mengatakan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keutuhan bangsa. 

Oleh karena itu, mewakili Ibu Julie, Anton mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pilihan politik maupun kepentingan sesaat.

“Perbedaan itu biasa, tetapi persatuan harus tetap kita jaga. Jangan sampai karena hal-hal kecil, kita lupa bahwa kita ini satu bangsa,” pesannya.

Antusiasme Masyarakat dan Generasi Muda

Pada sesi presentasi materi, Bapak Edgardus M. Mbeu Djawa, S.Fil., M.M selalu akademisi, membawakan materi dengan bahasa yang mudah dipahami disertai contoh konkret sesuai konteks kehidupan sosial-masyarakat.

Edgardus menerangkan makna empat dasar kehidupan berbangsa; yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Menurutnya, nilai-nilai tersebut pada hakikatnya sudah hidup dalam budaya desa seperti musyawarah, kerja bakti, dan solidaritas sosial.

“Pancasila itu bukan sesuatu yang jauh. Di desa, kita sudah sangat sering mempraktikkan lewat kebersamaan dan saling membantu,” terangnya.

hadir dalam kegiatan sosialisi tersebut para tokoh pemuda dari desa-desa dalam wilayah Kecamatan Keo Tengah. 

Dengan antusias para pemuda terlibat mendengarkan paparan materi lau menyampaikan pandangan mereka tentang tantangan generasi muda di era digital dan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan. 

Roy Ceme, perwakilan pemuda dari desa Ladolima Utara, berharap agar kegiatan serupa bisa terus dilakukan agar anak muda semakin sadar akan perannya dalam menjaga persatuan di tengah pergaulan dan perkembangan arus terknologi yang semakin canggih.

"Bukan tidak mungkin, arus teknologi dapat berpengaruh terhadap gaya hidup dan pergaulan kaum muda. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar kaum muda semakin sadar dan tidak terjebak dalam hal-hal negatif," harap Roy.

"Suatu kebanggaan ketika banyak tokoh muda dan masyarakat terlibat aktif dan penuh antusias mengikuti kegiatan ini. Semoga kegiatan ini menumbuhkan semangat hidup gotong royong, solider, merawat persatuan, mencintai perbedaan serta memperkokoh jati diri sebagai warga negara," tandas Veronika Aja.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Keo Tengah, Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Nagekeo, Kapospol dan Babinsa Kecamatan Keo Tengah, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, Kepala Desa dan Ketua BPD Desa Witurombaua beserta anggota, para tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta dan masyarakat Desa Witurombaua.

--- Guche Montero

Komentar