INTERNASIONAL Tanggapi Kunjungan Menhan AS di Filipina, Tiongkok Gelar Patroli di Laut China Selatan 29 Mar 2025 13:23
Diketahui dalam kunjungannya, Pete membantah beberapa klaim Beijing di jalur perairan Laut China Selatan, dan condong kepada klaim yang dibuat Filipina.
BEIJING, IndonesiaSatu.co -- Militer Tiongkok melakukan patroli di Laut Cina Selatan pada hari Jumat, (28/3/2025). Patroli tersebut bersamaan dengan pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth yang menegaskan kembali komitmen Washington terhadap Filipina.
Sebelumnnya, Tiongkok mengerahkan dua pesawat pengebom jarak jauh H-6 di sekitar Karang Scarborough untuk menegaskan kedaulatan atas wilayah yang disengketakan di Laut Cina Selatan, seperti yang ditunjukkan oleh citra satelit.
Pengerahan tersebut, yang tidak dipublikasikan oleh China, dilakukan menjelang kunjungan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth ke Filipina, yang juga mengklaim karang yang terletak di dalam zona ekonomi eksklusif sejauh 200 mil laut.
Diketahui dalam kunjungannya, Pete membantah beberapa klaim Beijing di jalur perairan Laut China Selatan, dan condong kepada klaim yang dibuat Filipina.
Seorang juru bicara militer Tiongkok mengkritik kebijakan Filipina yang sering meminta bantuan negara asing untuk menyelenggarakan "patroli bersama" dan "menyebarkan klaim ilegal" di wilayah tersebut. Hal tersebut menyebabkan ketidakstabilan di wilayah Laut China Selatan.
Hegseth bertemu dengan mitranya Gilberto Teodoro dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr pada hari Jumat (28/3/2025) di Manila, tempat pemberhentian pertama dalam lawatan ke Asia yang juga mencakup Jepang. Pada hari yang sama, Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina mengadakan latihan angkatan laut di Laut Cina Selatan.
Kedutaan Besar Filipina di Beijing tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email.
China mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan yang dilalui oleh perdagangan senilai USD 3 triliun setiap tahunnya. Klaim tersebut tumpang tindih dengan klaim kedaulatan oleh Filipina, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Brunei.
---R.Kono
Komentar