PENDIDIKAN Teken Kerjasama, LPK Musubu Fasilitasi Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Magang ke Jepang 29 Mar 2025 23:06
"Pada Juli 2025 mendatang, mulai difasilitasi 10 orang dari Stiper Flores Bajawa yang akan diberangkatkan ke Jepang (angkatan pertama)," ujarnya bangga.
BAJAWA, IndonesiaSatu.co-- Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu meneken kerjasama dengan Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Flores Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait peluang magangb kerja di Jepang.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua lembaga yang berlangsung di Aula Stiper Flores Bajawa, Jumat (28/3/2025).
Deputi, Finance dan Partnership LPK Musubu, Vonny Francis Yuki, mengatakan bahwa Stiper Flores Bajawa memiliki potensi yang sangat bagus dengan lulusan yang siap ditempatkan di mana saja.
"Lulusan siap kerja itu yang sangat dibutuhkan di Jepang, dengan spesifikasi jurusan masing-masing mahasiswa saat magang kerja," kata Vonny melansi flores.tribunnews.com
Vonny menerangkan, para mahasiswa akan dibimbing khusus oleh LPK Masubu selama kurang lebih lima bulan.
Dalam pelatihan selama lima bulan, terangnya, mahasiswa akan diuji, dan yang lulus akan langsung diberangkatkan. Sementara yang belum lulus akan kembali diberikan bimbingan.
"Terkait kemampuan teknis untuk jalur magang akan diperkuat kompetensi teknis saat berada di negara tujuan Jepang," ujarnya.
Perlindungan dan Keselamatan Pekerja Terjamin
Sementara itu, Direktur LPK Musubu, Isye Trombine, menjelaskan bahwa perlindungan dan keselamatan terhadap pekerja sangat terjamin.
Isye menekankan, LPK Musubu bekerja berdasarkan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang, sehingga hak-hak mereka selalu terjaminnya.
"Kontrak pun kami baca satu-satu, dan kalau ada standar yang tidak sesuai oleh Musubu, kami tolak," kata Isye.
Isye menyebut bahwa tagline dari LPK Musubu adalah akses kerja dan transparansi.
Bangun Kerja Sama dan Kolaborasi
Ketua Stiper Flores Bajawa, Nicolaus Noywuli, pada kesempatan itu menyebut beberapa alasan membangun kerja sama dan kolaborasi magang dan kerja di luar negeri, seperti d Jepang.
Pertama, karena kampus harus memastikan lulusannya bekerja, sehingga tidak menghasilkan sarjana pengangguran.
Menurut Nicolaus, tugas kampus selain melahirkan sarjana, juga memastikan lulusan diserap di lapangan kerja.
“Kampus harus bertanggung jawab untuk memastikan ketersediaan lapangan kerja dan kemampuan lulusan untuk masuk dunia kerja, “ ungkap Nico.
Nicolaus mengatakan, tiga tantangan sarjana pertanian dan peternakan hari ini antara lain; bertambahnya fungsi pertanian seperti menghasilkan energi dan estetika.
Selanjutnya, sempitnya lahan pertanian yang menuntut penggunaan teknologi tinggi.
Tantangan lain yakni perkembangan global akan tingginya permintaan pangan dan kesejahteraan petani.
“Di Jepang, Israel, Amerika, petaninya kaya dan sejahtera, bagaimana dengan kita? Yang bukan petani yang justru kaya dan sejahtera,“ sentilnya.
Menurutnya, salah satu solusi atas tantangan-tantangan itu yakni terus belajar dan kerja di luar negeri.
"Pada Juli 2025 mendatang, mulai difasilitasi 10 orang dari Stiper Flores Bajawa yang akan diberangkatkan ke Jepang (angkatan pertama)," ujarnya bangga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yasukda Ngada, Romo Silverius Betu; Warek 1 dan 2; Ketua LPMAI Stiper Flores Bajawa, RD. Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil.,M.Si (Han); para Dosen serta ratusan mahasiswa dan mahasiswi STIPER Flores Bajawa.
--- Guche Montero
Komentar