Breaking News

AGAMA Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota Berpulang Pada Usia 72 Tahun, Berikut Riwayat Hidupnya 19 Nov 2023 20:30

Article image
Mgr. Vincentius Sensi Potokota. (Foto: Istimewa)
Sebagai uskup ia memilih motto: Praedica Verbum Opportune, Importune” (Wartakanlah Firman, baik atau tidak baik waktunya, 2 Tim. 4:2)

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kedukaan mendalam menghampiri umat Katolik di Keuskupan Agung Ende (KAE) dalam dua hari terakhir ini.

Sehari setelah kematian Pater Yosef Seran SVD, mantan Vikjen (KAE) di Biara St. Yosef, Ende, kini kita dikejutkan dengan kabar kepergian Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Uskup Agung Ende untuk selamanya pada 19 November 2023, sekitar pukul 18.21 WIB (19.21 WIT).

Mgr. Vincentius Sensi Potokota meninggal dunia pada usia 72 tahun ketika tengah menjalani perawatan intensif di RS Katolik Carolus Jakarta.

Mgr. Sensi lahir di Saga, 11 Juli 1951. Setelah menjalani pendidikan di Seminari Menengah St Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko dan melanjutkannya di Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret, belajar filsafat dan teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik di Ledaleri, ia ditahbiskan menjadi imam pada 11 Mei 1980.

Mgr. Sensi dipilih menjadi Uskup di Keuskupan Maumere pada tanggal 14 Desember 2005, bersamaan dengan pendirian Keuskupan Maumere, sebagai pemekaran dari Keuskupan Agung Ende.

Ia menerima tahbisan episkopal pada 23 April 2006, dengan Penahbis Utama Uskup Agung Jakarta, Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ., sementara Uskup Weetebula, Gerulfus Kherubim Pareira, SVD, dan Uskup Pangkal Pinang, Hilarius Moa Nurak, S.V.D. menjadi uskup penahbis pendamping.

Mgr. Sensi kemudian terpilih menjadi Uskup Agung Ende pada tanggal 14 April 2007, menggantikan Mgr. Longinus da Cunha. Ia kemudian diinstalasi pada 7 Juni 2007.

Sebagai uskup ia memilih motto: Praedica Verbum Opportune, Importune” (Wartakanlah Firman, baik atau tidak baik waktunya, 2 Tim. 4:2)

Mgr. Sensi bertindak sebagai uskup penahbis utama dalam penahbisan Uskup Denpasar, Silvester Tung Kiem San pada 19 Februari 2009.

Mgr. Sensi kemudian menjadi Uskup Penahbis Pendamping bagi Mgr. Edmund Woga CSsR sebagai Uskup Weetebula pada 16 Juli 2009 dan bagi Mgr. Hubertus Leteng sebagai Uskup Ruteng pada 14 April 2010.

Mgr. Sensi mendorong umat untuk menolak tambang di lingkungan Nusa Tenggara karena merusak lingkungan hidup.

Pada 26 September 2018, Mgr. Sensi bertindak sebagai Uskup Penahbis Pendamping bagi Mgr. Ewaldus Martinus Sedu sebagai uskup ketiga Maumere bersama dengan Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung.

Bertindak sebagai Uskup Penahbis Utama ialah Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, S.V.D. yang merupakan pendahulu Mgr. Ewal di Keuskupan Maumere. Mgr. Sensi juga memimpin ibadat salve sehari menjelang tahbisan Mgr. Ewal.

Dalam penahbisan Uskup Ruteng Siprianus Hormat yang berlangsung pada 19 Maret 2020, Mgr. Sensi bertindak sebagai Uskup Ko-konsekrator bersama dengan Uskup Denpasar Mgr. Silvester Tung Kiem San yang juga merangkap sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng.

Kardinal Ignatius Suharyo dari Keuskupan Agung Jakarta menjadi uskup penahbis utama. ***

 

--- Simon Leya

Komentar