POLITIK Willy Aditya Ajak Mitra Komisi XIII di Yogyakarta Berkolaborasi dengan Kampus 25 Feb 2026 06:16
Willy ajak para kakanwil dan pimpinan lembaga daerah untuk kontekstualkan program di masing-masing instansi.
YOGYAKARTA, IndonesiaSatu.co – Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya ajak para mitra komisi di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk bermitra dengan kampus. Kontekstualisasi kerja sama ini bisa dilakukan bersama Pemda (pemerintah daerah) dan unsur lainnya mengingat terbatasnya sumber daya yang dimiliki para mitra.
“Saya ingin ajak, pertama tadi Posbankum (Pos Bantuan Hukum), Desa Binaan, Imigrasi, Pemasarakatan, LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), dan lain-lain. Di sini kampus banyak, undang mereka. Bisa tidak Posbankum kita modifikasi? Tidak perlu per desa, turunkan saja mereka (kampus),” ujar Willy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kunjungan Kerja (Kunker) reses di Yogyakarta, Senin (23/2/2026).
Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira. “Soal Desa Binaan. Apakah pelaksanaan Desa Binaan memang fokusnya pada desa saja di seluruh Indonesia?,” tanya Andreas.
Andreas memberikan contoh kasus di NTT. Kalau sasaran hanya pada desa-desa tertentu, sementara fakta kasus TPPO misalnya menyebar di beberapa desa, bahkan seluruh wilayah kabupaten, sehingga kalau kita hanya sasar ke desa, terlalu kecil untuk sekian banyak kasus.
Andreas minta supaya lebih baik bicara lebih di tingkat kabupaten, undang beberapa desa. “Jadi tidak hanya fokus pada desa tertentu. Undang tokoh-tokoh masyarakatnya sehingga mereka bisa menyebarkan informasi itu ke desa,” tambah Andreas.
Kolaborasi dengan kampus
Willy melanjutkan, kita negara hukum, tapi satu polsek belum tentu ada satu sarjana hukum. “Not capable more dangerous than abuse of power (ketidakmampuan, ketidakkapabelan seseorang, itu lebih berbahaya daripada penyalahgunaan kekuasaan).
Willy ajak para kakanwil dan pimpinan lembaga daerah untuk kontekstualkan program di masing-masing instansi.
“Begitu juga dengan KS (Kerja Sosial). Bisa tidak KS itu ke kraton. Banyak spot cagar budaya yang tidak terawat,” kata Willy.
“Saran saya, bikin FGD (focus group discussion) dengan pihak kampus. Ajak, libatkan. Ini kan era kolaborasi. Kolaborasi dengan kampus. Di sini LSM banyak. Ini tantangan. Ayo, kita sama-sama undang kampus. Mahasiswa di sini jutaan. Dari pada kita bentuk Posbankum. Posbankum terbatas sumber daya manusia. Pemasyarakatan, Imigrasi juga begitu. ***
--- Simon Leya
Komentar