Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

TAJUK Karakter Bangsa 16 Apr 2018 07:00

Article image
Anak-anak penerus bangsa harus menjaga karakter bangsa tetap ada. (Foto: Ist)
Kita harus tetap menjaga karakter orisinal bangsa. Indonesia yang Berjaya adalah Indonesia yang bangga akan karakter Pancasilais. Karena jika kita kehilangan karakter bangsa, kita dapat mengalami kehilangan jati diri.

JIKA kita membuka media sosial saban hari ditemukan adanya ujaran kebencian, fitnah, ataupun berita palsu (hoax). Bahkan terdapat sejumlah elite politik bangsa yang tidak segan-segan menyebarkan kebencian ataupun penghinaan pribadi di depan publik. Kita bertanya, di manakah karakter bangsa Indonesia yang terkenal santun dan penuh kekeluargaan?

Berdasarkan definisinya karakter merujuk pada pengertian watak atau perangai batin, bermakna bentuk pribadi tingkah laku/budi pekerti. Karakter bangsa dimengerti sebagai tata nilai budaya dan keyakinan yang mengejawantah dalam kebudayaan suatu masyarakat dan memancarkan ciri-ciri  khas  keluar  sehingga dapat ditanggapi  orang sebagai  kepribadian  masyarakat tersebut.

Nilai-nilai yang perlu diharapkan untuk mencapai pembangunan karakter bangsa yakni kewargaan (citizenship), dapat dipercaya (trust worthiness), kemandirian (self reliance), kreativitas (creativity), gotong royong (collaboration), saling menghargai (mutual respect). Nilai-nilai ini digali dari Pancasila kemudian ditanamkan melalui pendidikan karakter secara formal maupun informal.

Pancasila adalah karakter khas bangsa Indonesia. Karena Pancasila merefleksikan karakter bangsa Indonesia yang merupakan kumpulan dari karakter anak bangsa yang majemuk/beragam/pluralistik dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Rote. Itulah alasan Pancasila juga disebut performance jati diri bangsa.

Maka, pendidikan karakter perlu menegakkan Pancasila sebagai asas bersama. Pendidikan karakter dalam kerangka Pancasila berusaha mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, demokrasi permusyawaratan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan itu dilandasi oleh spirit moralitas yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya, perjuangan demi bangsa dan negara juga merupakan perjuangan rohani (baca: kontribusi spiritual).

Kita harus tetap menjaga karakter orisinal bangsa. Indonesia yang Berjaya adalah Indonesia yang bangga akan karakter Pancasilais. Karena jika kita kehilangan karakter bangsa, kita dapat mengalami kehilangan jati diri.

Soekarno berkata: “Bangsa ini harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter…Kalau tidak dilakukan, maka bangsa Indonesia menjadi bangsa kuli!”

Salam Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar