REGIONAL Ajak Anak Muda NTT, Melki Laka Lena: Mari Rawat Pancasila dan Cegah Politik Identitas 23 Oct 2024 17:08
"Jangan sampai Pilkada 2024 membawa luka yang bisa memecah belah persatuan anak-anak muda di NTT, karena pengaruh politik identitas seperti isu Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA)," ajaknya.
KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Pendiri Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI), Emanuel Melkiades Laka Lena, menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama di Kalangan Muda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.
Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan gabungan mahasiswa Cipayung Kota Kupang itu berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/10/2024) sore Wita.
Melki Laka Lena yang juga Calon Gubernur NTT 2024-2029 itu mengajak anak-anak muda NTT untuk selalu merawat nilai-nilai Pancasila dan mencegah politik identitas saat Pilkada serentak di NTT sehingga tidak melukai persatuan di antara anak-anak muda.
"Mahasiswa sebagai ujung tombak pembangunan harus bisa membawa perdamaian bagi umat beragama. Kelompok Cipayung harus menjadi tombak pergerakan pemuda, terutama mahasiswa harus bisa membawa perdamaian bagi umat beragama,” kata Melki Laka Lena.
Cagub NTT yang mengusung spirit "Ayo Bangun NTT" itu menyinggung, orang NTT seharusnya bangga, karena salah satu daerah di NTT yaitu Kota Ende, adalah tempat di mana Soekarno merenung dan melahirkan butir-butir Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia.
“Jadi, NTT sangat berpengaruh dalam membangun dasar negara Indonesia,” tegas Melki.
Kepada anak muda NTT, Wakil Ketua DPP Golkar itu mengimbau agar terus menjaga dan merawat Pancasila sebagai Dasar Negara, dan menjadi tonggak perdamaian bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI periode 2014-2019 ini juga mengingatkan anak-anak muda di NTT agar terus menjaga perdamaian saat menghadapi Pilkada 2024.
"Jangan sampai Pilkada 2024 membawa luka yang bisa memecah belah persatuan anak-anak muda di NTT, karena pengaruh politik identitas seperti isu Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA)," ajaknya.
“Jangan sampai politik agama atau isu SARA memecah belah masyarakat, terutama pada saat masa Pilkada ini,” tandas Melki.
--- Guche Montero
Komentar