TAJUK Fiat Justitia Ruat Caelum 08 Jan 2025 06:56
Itulah bunyi peribahasa Latin, artinya hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit runtuh. Sebuah peribahasa yang menegaskan pentingnya keadilan.
Itulah bunyi peribahasa Latin, artinya hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit runtuh. Sebuah peribahasa yang menegaskan pentingnya keadilan.
Kita sering mendengar seruan: “keadilan sangat mahal harganya saat ini”, “penguasa harus adil”, putusan hukum kasus ini tidak adil”, dan lain-lain.
Apa itu keadilan? Mengapa sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara?
Keadilan adalah salah satu konsep moral dan politik yang paling penting. Kata “adil” berasal dari jus Latin yang berarti hak atau hukum. Oxford English Dictionary mendefinisikan orang yang "adil" sebagai orang yang biasanya "melakukan apa yang benar secara moral" dan cenderung "memberikan setiap orang haknya."
Filsuf John Rawls dalam buku terkenalnya A Theory of Justice (1971) meringkas keadilan dalam dua prinsip: Prinsip Kesetaraan. Artinya, setiap individu memiliki hak yang sama terhadap sejumlah dasar kebebasan yang paling luas, dan kebebasan tersebut harus dijamin untuk setiap orang tanpa memandang status sosial atau ekonomi.
Berikut, Prinsip Perbedaan. Prinsip ini mengizinkan ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya dan kesempatan selama ketidaksetaraan tersebut memberikan keuntungan yang paling besar bagi yang paling tidak beruntung dalam masyarakat.
Contoh dua prinsip Rawls, dalam sebuah undian bank berhadiah motor, jatuh kepada pengusaha kaya. Hal ini adil dalam prinsip kesetaraan, tetapi tidak adil menurut prinsip perbedaan. Karena prinsip perbedaan akan mengambil kebijakan spesifik agar undian diterima oleh pedagang kaki lima yang miskin.
Praktiknya, politik dan kebijakan sosial kita negara dalam sejumlah kasus tidak adil. Dalam beberapa kesempatan, pembuatan dan regulasi lebih mengabdi kepada kepentingan penguasa, bukan demi keadilan dalam dirinya sendiri.
Bahkan, segelintir penguasa memanfaatkan (memanipulasi) “Prinsip Kesetaraan” untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan menindas pihak-pihak lain demi kepentingannya sendiri. Aturan main dalam bentuk regulasi sering diutak-atik untuk mendapat stempel “sah secara hukum”, namun secara kasat mata sangat tidak adil.
Tidak mengherankan, dalam pesan Natal 2024 Kardinal Ignasius Suharyo Pr secara tegas mengkritik praktik pencegahan korupsi di Indonesia. “Akhir-akhir ini korupsi itu malah dijadikan alat untuk membunuh dalam tanda kutip ya, untuk mematikan orang, untuk menjegal orang,” katanya tegas.
Di tahun 2025, kita berharap ada penegakkan keadilan mulai dari pemerintah hingga sampai pada level hidup bermasyarakat. Karena memelihara ketidakadilan secara serentak akan menciptakan benih-benih konflik dan penyimpangan di berbagai level kehidupan.
Lebih penting lagi, kita harus berlatih membiasakan hidup adil dari diri sendiri. Karena sikap adil sangat penting dalam hidup bermasyarakat dan juga demi perkembangan diri.
Untunglah kita masih punya satu peribahasa Sansekerta: “Satyam Eva Jayate” yang artinya “hanya kebenaran yang akan menang.” Artinya juga, siapapun yang meminggirkan keadilan, ia akan terlindas dalam sejarah karena kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.
Salam Redaksi IndonesiaSatu.co
Komentar