Breaking News

REFLEKSI Hidup Adalah Memberi dan Menerima 30 Sep 2023 13:51

Article image
Ilustrasi. (Foto: Thecenterforhas.com)
Cara Anda menerima sama pentingnya bagi kebahagiaan si pemberi dan bagi kebahagiaan Anda sendiri.

Oleh Valens Daki-Soo


Hidup adalah memberi dan menerima:
Kauberi harta, bakal kembali kauterima dalam wujud sama atau beda.
Kauberi rindu, gelombangnya akan indah memantul pada dirimu.
Kauberi doa, frekuensinya bikin jiwamu kian bahagia.
Kauberi cinta, hidupmu menjadi medan cahaya.

Rachelle Williams, dalam artikel berjudul "The Power of Giving and Receiving: Which One Is Better?" (chopra.com, 2/12/2019, menulis, "Anda mungkin pernah mendengar pepatah yang mengatakan, 'Lebih baik memberi daripada menerima.'

Akan sulit menemukan seseorang yang mengatakan sebaliknya. Tindakan memberi menimbulkan perasaan dan emosi positif baik bagi pemberi maupun penerima, menjadikannya salah satu pertukaran terpenting yang dapat Anda lakukan dengan seseorang."

Pentingnya Memberi
Tanyakan pada diri Anda mengapa Anda melakukannya dan pertimbangkan makna sebenarnya di balik tindakan Anda memberi.
Ketika Anda memberi dari dalam diri Anda, Anda tidak pernah merasa cangkir Anda kosong. Ini yang dinamakan memberi dengan cinta, tanpa mengharapkan balasan.

Sebaliknya, jika memberi membuat Anda terkuras, ini tandanya memberi tidak sehat. Meskipun ada banyak alasan untuk hal ini, memiliki ekspektasi adalah hal yang umum dan hanya akan berujung pada kekecewaan atau kebencian.

Perasaan berkewajiban dan bersalah merupakan beban berat, namun hal ini sama sekali tidak diperlukan. Tidak ada manfaat dari pemberian seperti ini.

Pentingnya Menerima
Lebih lanjut, Williams berpendapat, menerima itu perlu dan penting. Meskipun memberi terasa menyenangkan, hal itu hanya berhasil jika ada penerimanya. Membiarkan diri Anda menjadi penerima yang ramah adalah pengalaman yang merendahkan hati dan benar-benar merupakan tindakan cinta karena memberikan kesempatan bagi orang lain untuk memberi.

Menurut Williams, menerima bukanlah tentang mengharapkan orang lain memberi kepada Anda karena Anda lebih penting atau pantas.

Ini tentang menerima hadiah tanpa rasa bersalah atau kebutuhan, dan tanpa merasa berkewajiban untuk memberi kembali. Mungkin Anda tidak bisa menerima hadiah tanpa muncul pikiran negatif, seperti, “Aku tidak pantas menerima ini” atau “Sekarang aku merasa berhutang budi padanya.”

Cara Anda menerima sama pentingnya bagi kebahagiaan si pemberi dan bagi kebahagiaan Anda sendiri. Untuk menerima dengan cara yang baik mengharuskan Anda membuang pikiran negatif dan sebaliknya berhenti sejenak dan merenungkan pertukaran tersebut dan apa artinya: persahabatan, dukungan, cinta, dll. Hal ini memicu kebahagiaan yang besar baik bagi pemberi maupun penerima.

Mana yang lebih baik?
Williams menantang kita dengan satu pertanyaan, mana yang lebih baik: memberi atau menerima? Jawabannya, yang satu tidak dapat terjadi tanpa yang lain. Memberi dan menerima keduanya merupakan aspek aliran energi yang sama di alam semesta. Oleh karena itu, penting untuk menjadi pemberi dan penerima yang baik.

Memberi dapat menginspirasi perubahan positif dan penyembuhan di dunia yang sangat membutuhkannya. Para pemimpin spiritual dan agama mendukung berkah dari memberi karena suatu alasan—hal ini memiliki kekuatan untuk segera mengubah seseorang ke dalam keadaan rahmat.

Hidup adalah memberi dan menerima:
Anda hanya bisa memberi, jika telah lebih dulu memiliki.
Apa yang sudah Anda miliki? Diri dan hidupmu sebagai anugerah Ilahi.

Hidup adalah memberi dan menerima:
Berilah senyummu dengan jiwa berseri, maka Anda menikmati kuntum mekar di tiap wajah dan hati. ***

Penulis adalah peminat filsafat dan psikologi, pengusaha dan politisi, Pendiri & Pemimpin Umum IndonesiaSatu.co

 

Komentar