Breaking News

INTERNASIONAL Konflik di Laut Mediterania, Turki Sebut Yunani dan Prancis Serakah dan Tidak Kompeten 31 Aug 2020 11:33

Article image
Kapal survei “Oruc Reis” (tengah) dikawal oleh lima kapal angkatan laut Turki di Laut Mediterania. (Foto: DPA)
Erdogan: Jika harus berperang, kami siap untuk menjadi martir. Apakah pihak-pihak yang hendak melawan kami di perairan Mediterania juga siap dengan pengorbanan yang sama?

ANKARA, IndonesiaSatu.coHubungan Turki danYunani memburuk sejak beberapa pekan lalu menyusul pertikaian memperebutkan sumber cadangan minyak bumi dan gas alam di perairan Mediterania bagian timur.

Seperti dilansir Spiegel Online, Senin (31/8/2020), setelah mengancam akan menggelar kekuatan militer ke wilayah yang diperebutkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali mengeluarkan pernyataan tegas terhadap otoritas Yunani dan juga Prancis yang diklaim mendukung Yunani.

Erdogan mengatakan, otoritas politik di Athena dan Paris terlihat “serakah” dan “tidak kompeten” dalam hal sumber daya alam di wilayah yang dipersoalkan di Laut Mediterania.

“Jika harus berperang, kami siap untuk menjadi martir. Apakah pihak-pihak yang hendak melawan kami di perairan Mediterania juga siap dengan pengorbanan yang sama?” ungkap Erdogan pada hari Minggu (30/8/2020) seperti dikutip dari Spiegel.de, Senin (31/8/2020).

Ia mempertanyakan, apakah rakyat Yunani dan Prancis siap menerima resiko-resiko fatal yang disebabkan oleh keserakahan dan ketidakmampuan para pemimpin di negaranya dalam persoalan dengan Turki di Laut Mediterania.

Pertikaian antara Turki dan Yunani kembali memanas ketika Ankara mengumumkan bahwa mereka memperpanjang durasi misi eksplorasi seismik menggunakan kapal survei Oruc Reis di perairan yang disengketakan. Dalam pelayaran di Laut Mediterania kapal Oruc Reis dikawal oleh sedikitnya lima kapal angkatan laut Turki.

Yunani menganggap eksplorasi gas Turki adalah langkah ilegal. Athena menanggapi Ankara dengan mengeluarkan pesan balasan NAVTEX dan mengumumkan latihan angkatan laut di lokasi yang sama di selatan Turki dan pulau Kastellorizo, Yunani, yang terletak lebih dari satu mil dari pantai Turki.

Kemudian pada Rabu (26/8/2020), Turki mengkonfirmasi bahwa kapal perang angkatan lautnya sedang melakukan "pelatihan maritim" dengan kapal Amerika Serikat di Mediterania Timur.

Pejabat Prancis dan Italia mengatakan dua negara itu bukan satu-satunya yang melakukan pelatihan maritim, karena Prancis dan Italia bergabung dengan Yunani dan Siprus untuk melakukan latihan angkatan laut bersama.

Pertikaian Turki dan Yunani, sesama angggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), kemungkinan besar akan meningkatkan ketegangan lebih jauh di wilayah perairan Mediterania.

--- Rikard Mosa Dhae