TRANSPORTASI Peduli Keselamatan Pelayaran di Labuan Bajo, Ini yang Dilakukan Kemenhub 27 Jan 2024 12:00
JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Transportasi laut yang aman dan nyaman menjadi suatu hal yang penting guna mendukung pariwisata di Labuan Bajo. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya memerhatikan kelaiklautan kapal sebelum berlayar harus ditanamkan kepada seluruh unsur pelayaran.
Menteri Perhubungan pun telah memerintahkan Dirjen Perhubungan Laut untuk berkoordinasi dengan pemilik, operator dan kru kapal yang ada di Labuan Bajo untuk bersama-sama mengajak untuk peduli terhadap keselamatan pelayaran, termasuk pembatasan untuk tidak berlayar sampai ke Pulau Komodo yang memang memiliki dasar yang kuat, baik itu cuaca maupun pertimbangan lain yang terjadi selama ini.
KSOP Kelas III Labuan Bajo sendiri telah memberikan suatu pembatasan untuk tidak memberikan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) kepada operator kapal sampai dengan 28 Januari 2024, dimana hal ini didasari oleh himbauan dari BMKG terkait kondisi cuaca.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Hartanto, mengatakan bahwa kondisi keselamatan di lingkungan Labuan Bajo telah mendapat perhatian khusus dari KSOP Kelas III Labuan Bajo, mengingat beberapa saat yang lalu ada kapal speedboat Labuan Bajo I dan kapal Alfathran yang mendapatkan situasi yang tidak baik sehingga mengalami kecelakaan.
"Pada kesempatan yang baik ini, Saya mewakili pimpinan beserta tim menyampaikan turut berdua cita atas beberapa kejadian yang lalu," ucapnya dalam keterangan yang diperoleh pada Jumat (26/1/2024).
Hartanto mengajak seluruh pihak yang berkepentingan untuk bersama-sama peduli dan patuhi semua peraturan terkait keselamatan pelayaran. "Tolong agar betul-betul mampu menjadi komponen untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat nasional dan internasional yang datang terlayani dengan baik, yaitu keselamatan pelayaran yang aman dan nyaman," ucapnya.
Guna mendukung transportasi laut yang selamat, aman dan nyaman, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan membagikan sertifikat e-Pas Kecil dan perlengkapan keselamatan pelayaran berupa life jacket sebanyak 100 buah kepada para pemilik kapal wisata tradisional pengangkut penumpang di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
"Tujuan dari pembagian e-Pas Kecil dan Life Jacket untuk meningkatkan kesadaran semua pihak pemangku kepentingan, baik regulator, operator maupun para pengguna jasa transportasi laut akan pentingnya keselamatan pelayaran yang merupakan tanggung jawab bersama," ujar Hartanto.
Ia mengatakan, life jacket dan e-Pas Kecil tersebut diberikan secara gratis sehingga diharapkan mampu menambah semangat bagi seluruh operator kapal untuk bersama-sama menjaga keselamatan kapal.
"Mudah-mudahan apa yang dapat kami berikan walaupun sedikit namun akan kami coba programnya kita laksanakan secara terus-menerus. Insya Allah nanti kita akan datang lagi, kami meminta kepada Kepala KSOP untuk mendata kembali kebutuhan life jacket," tuturnya.
Hartanto juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat atas dukungannya dan berharap agar kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan untuk semua.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Kementerian Perhubungan kepada masyarakat di Labuan Bajo.
"Kami sangat senang bisa menerima sertifikat secara cuma-cuma dan juga life jacket. Terima kasih untuk upaya yang baik ini dan ini bukan yang pertama, kita juga sudah buat kerja sama dan ternyata ini berkelanjutan," kata Yulianus.
Ia berharap, agar ke depannya dapat melayani lebih baik masyarakat, terutama para wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo.
Sebagai informasi, Pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang dicanangkan program pengembangan kawasan strategis nasional dalam daftar Proyek Strategis Nasional.
Labuan Bajo merupakan salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman hayati terbaik di dunia. Tidak heran banyak wisatawan lokal bahkan mancanegara yang berkunjung menikmati keindahan alam di Labuan Bajo yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.***
--- Sandy Javia
Komentar