Breaking News

KEAMANAN Pesawat Polri Jatuh, Keluarga Berharap Jenasah AKP Tonce Bisa Ditemukan 04 Dec 2016 18:37

Article image
Alexander Manao, orangtua dari AKP Tonce Manao, pilot pesawat Sky Truck P-4201 yang jatuh di perairan Kepulauan Riau, Sabut (3/12). (Foto: KompasTV)
"Sejak malam (Sabtu 3/12) sampai hari ini (Minggu 4/12) kami terus berdoa untuk keselamatan anak saya dan seluruh penumpang di pesawat itu…"

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pesawat jenis Sky Truck P-4201 milik Polri jatuh di Perairan Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (3/12/2016). Dengan rute penerbangan dari Pangkal Pinang menuju Batam, pesawat naas tersebut membawa 13 penumpang yang terdiri atas lima kru dan delapan penumpang yang merupakan anggota Polri.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak tiga kantung jenasah telah dikirimkan Tim SAR Gabungan ke RS Bhayangkara di Kota Batam untuk proses identifikasi. Sementara itu, proses pencarian terus dilakukan Tim SAR Gabungan dengan mengerahkan 16 unit kapal, dua unit helikopter dan satu unit pesawat.

Kabid Humas Polda Kepri AKBP S Erlangga kepada awak media, Minggu (4/11/2016), menyatakan Tim SAR Gabungan terdiri atas Basarnas, Pol Air, TNI AL dan BC RCC Singapura dan terus menyisir perairan Kabupaten Lingga untuk mencari korban pesawat nahas itu.

Sementara itu, sejumlah foto barang-barang milik penumpang pesawat milik Polri yang jatuh diperarian Kabupaten Lingga Provinsi Kep Riau yang ditemukan oleh nelayan. Beberapa barang diantara dua lembar foto laki-laki berseragam polisi.

Sejalan dengan proses pencarian korban pesawat tersebut, para kerabat atau keluarga korban telah mendapatkan informasi duka tersebut. Namun, para kerabat terus berharap agar para korban masih bisa ditemukan kendati dalam kondisi meninggal.

Salah satu korban adalah AKP Tonce Manao, yang merupakan pilot pesawat Sky Truck milik Polri yang jatuh di perairan Bintan, Kepri itu. Tonce merupakan lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug 2004 dan bertugas sebagai Pilot Fix Wing Polri sejak 2006, menikah dengan Ceria Pandidik dan dikaruniai dua anak.

Alexander Manao, orang tua AKP Tonce, masih terus berharap anaknya ditemukan. "Sejak malam sampai hari ini kami terus berdoa untuk keselamatan anak saya dan seluruh penumpang di pesawat itu," kata Alexander yang dihubungi Tribun lewat telepon di Desa Kasetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/12/2016).

Namun, jika Tuhan berkehendak lain, pihak keluarga tetap berharap jenasah AKP Tonce bisa ditemukan. “Kami Keluarga sangat berharap semoga jenasah adik kami bisa ditemuan,”kata Matius Lius, sepupu Tonce kepada delegasi.com.

Hingga Minggu siang, rumah Alexander masih terus didatangi warga termasuk dari anggota Polres Timor Tengah Selatan. Mereka datang memberikan penguatan dan doa kepada keluarga terkait musibah pesawat tersebut.

Menurut mantan guru tersebut, seluruh penumpang dan kru di pesawat adalah orang-orang terlatih dalam menghadapi situasi sulit. Mereka memiliki kemampuan menyelamatkan diri saat berada dalam bahaya. Karena itu, ia yakin anaknya selamat.

Alexander mengaku terakhir bertemu anaknya pada Juni 2015. Sebenarnya Tonce sempat pulang kampung halaman pada 19 November 2016, namun saat itu ayahnya berada di luar daerah.

Dukungan doa untuk keselamat AKP Tonce juga datang dari para kerabat di berbagai daerah, terutama melalui media sosial, facebook. "Kami berdoa untukmu paman" tulis akun Geminy Natalia Bisinglasi di laman facebook pribadi Tonce.

"Pray for Tonce Manao. Mohon dukungan do'a dari basodara semua mudah2n saudara/sahabat kita Tonce beserta semua penumpang yg berada dlm pesawat bisa segera ditemukan dalam keadaan baik dan selamat,..," tulis akun Irene Ngongo.

"Beta yakin om Tonce Manao.pasti selamat...Tuhan Yesus, jglah om terkasih kami !!!," tulis Nia Nabuasa.

"Abang Tonce.... Sa tunggu di OksibiL - Pegunungan Bintang. Abang su janji datang bulan Desember too... Jadi sa tunggu," tulis Jordy Hollim.

Selain Tonce, Munir Miharja diduga satu diantara korban yang ikut menumpang.

Dari penelusuran bangkapos.com, pada akun facebook Munir Miharja, netizen bernama Mahrul Juned mengharapkan Munir yang berpangkat AKP itu masih bisa selamat.

"Semoga masih ada harapan Pak AKP Munir Miharja, pesawatnya jatuh, Survive Pak we pray for u sir," tulis Mahrul Juned.

Pesawat milik Kepolisian RI dengan tipe M28 Sky Truck ini dinyatakan mengalami hilang kontak di wilayah perairan Kabupaten Lingga. “Titik koordinat jatuhnya pesawat sesuai dengan data GPS pruno JP32 0?17,246N utara selatan, 104?50,261E barat timur,” ujar Kepala bagian Penerangan Umum Polri Kombes Martinus Sitompul.

Lebih lanjut Martinus menjelaskan bahwa upaya yang saat ini sudah dilakukan adalah koordinasi dengan Basarnas Tanjung Pinang, dan melakukan evakuasi terhadap korban oleh Basarnas dan Ditpolair Polda Kepulauan Riau.

Berikut  Manifes penumpang pesawat Kepolisian RI yang jatuh yakni:

  1. Akp Budi Waluyo (Pilot)
  2. Akp Eka Barokah (pilot)
  3. Akp Tonce (pilot)
  4. Brigadir Joko Sujarwo (mekanik)
  5. Brigadir Mustofa (mekanik)
  6. Akp Abdul Munir / penumpang
  7. Akp Safran / penumpang
  8. Bripka Erwin / penumpang
  9. Briptu Rizal / penumpang
  10. Bripda Eri / penumpang
  11. Brigadir Suwarno / penumpang
  12. Bripda Andi Z. / penumpang
  13. Brigadir Joko Sungatno / penumpang

--- Sandy Javia

Komentar