REGIONAL Dukung Hilirisasi, Ini Komitmen Melki Laka Lena 19 Jan 2025 23:34
Melki menjelaskan bahwa program itu akan terintegrasi dengan program pusat seperti “Makan Bergizi Gratis” yang membutuhkan bahan baku dari desa-desa di NTT.
KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Terpilih Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, berkomitmen mengembangkan desa melalui hilirisasi non-tambang lewat program "Satu Desa, Satu Produk Unggulan."
Program tersebut bertujuan untuk mendorong setiap desa agar mempu menghasilkan produk unggulan yang dapat diproses menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, guna meningkatkan perekonomian lokal.
“Kami akan memulai dari 22 kabupaten/kota, dengan masing-masing dua desa sebagai projek percontohan. Setiap desa akan menerima anggaran Rp 500 juta dari provinsi yang bersumber dari APBD I dan APBN untuk pengembangan produk unggulan,” ujar Melki saat menghadiri perayaaan Natal Oikumene bersama tenaga pendamping profesional NTT di Aula El Tari Kupang, Jumat (17/1/2025).
Melki menerangkan, program tersebut merupakan bagian dari strategi kolaborasi dengan pemerintah pusat, termasuk dukungan dari berbagai kementerian; seperti Kementerian Desa, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pendidikan Tinggi.
Melki juga mendorong pendamping desa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terlibat aktif dalam pengembangan unit usaha desa yang sah dan halal.
Kolaborasi dan Dukungan Nasional
Melki menjelaskan bahwa program itu akan terintegrasi dengan program pusat seperti “Makan Bergizi Gratis” yang membutuhkan bahan baku dari desa-desa di NTT.
"Kami optimistis, inisiatif ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, khususnya melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pusat," yakinnya.
Dalam acara tersebut, Melki didampingi beberapa tokoh, termasuk Ahmad Ansor, anggota DPRD NTT terpilih, dan pengacara Alfred Baun.
Mengakhiri sambutannya, Melki tak lupa menyampaika terima kasih dn mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun desa-desa di NTT menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Semoga tahun baru 2025 ini membawa damai, kesehatan, dan kebahagiaan bagi kita semua. Mari kita bekerja sama untuk kemajuan NTT,” ajaknya.
Acara bernuansa persudaraan dan kekeluargaan tersebut juga diwarnai dengan berbagai atraksi tradisi lokal, termasuk penyambutan dengan tarian Mauana, salah satu tarian khas dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
--- Guche Montero
Komentar