REGIONAL Tidak Punya Identitas, Pekerja Pub Ini Mengaku Baru dari Malaysia 24 Dec 2015 21:21
Razia gabungan akan dilakukan secara kontinyu. Sasarannya tidak saja pada tempat hiburan malam tapi juga tempat kos dan rumah tinggal yang diduga menjadi tempat kumpul kebo dan lokasi esek-esek.
MAUMERE, IndonesiaSatu.co -- Ada-ada saja cara pekerja pub dan tempat hiburan malam di Kabupaten Sikka mengelabui petugas. Supaya tidak diamankan karena tidak punya identitas diri berupa kartu tanda penduduk (KTP), seorang pekerja di Madonna Pub di Kelurahan Hewuli Kecamatan Alok Barat mengaku baru datang dari Malaysia.
Perempuan berusia 23 tahun ini sedang menemani seorang tamu laki-laki di lopo halaman depan Madonna Pub, Rabu (23/12) sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Keduanya tengah asyik menenggak moke (minuman tradisionil dengan kadar alokohol mencapai 40 persen). Keduanya kaget ketika sejumlah petugas dari tim gabungan masuk ke halaman pub yang baru beroperasi satu tahun terakhir
Ketika diminta memperlihatkan KTP, Mawar (nama samaran) berkilah KTP tertinggal di Kupang. Dia mengaku baru datang dari Malaysia dan belum seminggu bekerja di Madonna Pub. Petugas pun menggiringnya bergabung bersama-sama dengan pekerja lainnya di pub tersebut. Setelah ditelusuri ternyata Mawar bukan orang baru dalam dunia hiburan malam. Perempuan yang belakangan diketahui berasal dari sebuah kota kabupaten di Flores ini sudah malang-melintang dari pub yang satu ke pub yang lain.
Di Madonna Pub terdapat enam orang pekerja yang semuanya tidak memiliki KTP. Beberapa di antaranya masih mengantongi KTP yang sudah kadaluarsa masa berlakunya. Ada juga yang bermodal surat keterangan kerja berwarna kuning yang diterbitkan Unit Binmas Polres Sikka. Pemilik pub mengaku sedang mengurus identitas pekerjanya di kelurahan setempat.
Sebelumnya petugas gabungan mendatangi Nogo Beach di Kelurahan Wuring Kecamatan Alok Barat. Tempat ini diduga dijadikan lokasi esek-esek bagi pasangan bukan suami isteri. Namun saat didatangi petugas gabungan, Nogo Beach sangat sepi. Semua rumah kedai yang disiapkan untuk pemiliknya tampak digembok dari luar.
Salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi mengatakan jika saja petugas lebih cepat pasti akan menemukan dua pasangan di Nogo Beach. “Ada dua pasang tadi, mereka baru saja keluar dengan motor. Kalau tadi datang lebih cepat, pasti bisa tangkap,” tuturnya.
Petugas gabungan terus melakukan operasi di Bintang Pub, Stevani Pub, Sarsari, dan Triple Seven. Di tempat-tempat hiburan malam ini, rata-rata semua pekerja dapat menunjukkan identitas baik berupa KTP maupun surat keterangan domisili. Dari KTP atau surat keterangan domisili diketahui sebagian besar pekerja pub berasal dari Makasar dan Surabaya.
Razia gabungan ini dikoordinir oleh Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sikka, dengan melibatkan sejumlah instansi seperti Polres Sikka, Kodim 1603 Sikka, Kejaksaan Negeri Maumere, dan Satuan Polisi Pamong Praja Sikka.
Rencananya razia gabungan akan dilakukan secara kontinyu. Sasarannya tidak saja pada tempat hiburan malam tapi juga tempat kos dan rumah tinggal yang diduga menjadi tempat kumpul kebo dan lokasi esek-esek.
Di Kota Maumere terdapat sekitar 10 tempat hiburan malam. Setiap malam tempat hiburan malam ini selalu padat pengunjung. Sehubungan dengan Hari Raya Natal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata secara resmi menegaskan semua tempat hiburan malam ditutup selama dua hari yakni Kamis-Jumat (24-25/12).
Vicky da Gomez