REGIONAL Lewat Youth Camp, OMK Kevikepan Mbay Diminta Tumbuhkan Sikap Mastery dan Agile Di Bidang Ekonomi, Teknologi, Politik dan Lingkungan 31 Jan 2024 16:49
OMK diajak untuk tidak takut berpolitik, karena gereja masa sekarang hingga masa depan ada di tangan OMK.
MBAY, IndonesiaSatu.co-- Orang Muda Katolik (OMK) Kevikepan Mbay melaksanakan kegiatan Youth Camp selama tiga hari sejak Kamis-Minggu (25-28/2024) berpusat di Pantai Kotajogo, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Aesesa, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sesuai rilis yang diterima media ini dari Ni Made Florentina, Rabu (31/1/2024), kegiatan tersebut merupakan camping rohani pertama yang diadakan Kevikepan Mbay dan berjalan dengan sukses.
Kegiatan yang mengusung tema "OMK Bangkit dan Bersaksilah" dengan sub tema "OMK Ber-Im-Tin-Ling" itu diharapkan agar OMK Bertumbuh dalam Iman, Berbuah dalam Tindakan dan Berdampak pada Lingkungan.
Adapun jumlah OMK yang mengikuti kegiatan tersebut berasal 13 paroki dari total 20 paroki se-Kevikepan Mbay, dengan total peserta sebanyak 207 orang.
Selama 4 hari 3 malam, peserta diajak untuk berlatih mandiri dan peduli dengan lingkungan sekitar.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan penerimaan peserta camping.
Semetara pada hari kedua, kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi dan dilanjutkan dengan pembekalan materi.
Uniknya, dalam sesi pembekalan materi ini, peserta memiliki hak prerogatif untuk memilih materi berdasarkan minat dan bakat para peserta.
Kelompok pembekalan materi di antaranya OMK Wirausaha, OMK pariwisata, OMK IT, dan OMK Politik.
Selanjutnya pada malam hari, kegiatan ditutup dengan acara pentas seni.
Pada hari ketiga, kegiatan diawali dengan ibadat sabda dan dilanjutkan dengan pembuatan pupuk fermentasi bokasih untuk penanaman cengkeh.
Pada malam hari, kegiatan ditutup dengan refleksi dan doa bersama bersama RD. Carlo, dengan tema penguatan orang muda.
Selanjutnya pada hari keempat, kegiatan ditutup dengan Ekaristi bersama yang dipimpin oleh RD. Asterius Lado dan dilanjutkan dengan ramah-tamah sesama OMK.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Tim Pastoral Kepemudaan Kevikepan Mbay, RD. Yohanes Antonius Songka, mengatakan bahwa OMK harus perlu mengasah kemampuan terutama dalam mengembangkan perekonomian daerah dengan menggunakan teknologi terkini.
Selain itu juga, OMK diajak untuk tidak takut berpolitik, karena gereja masa sekarang hingga masa depan ada di tangan OMK.
"Orang Muda Katolik perlu memiliki sikap mastery (belajar) dan agile (kemampuan untuk berpikir dengan cara yang cepat dan cerdas) dalam menyikapi perkembangan zaman yang terus mengalami perubahan baik secara ekonomi, teknologi dan politikā ungkap RD. Yanto.
--- Guche Montero
Komentar